Bandung Juara

Pariwisata

Jawa Barat

QUOTE : Jadikanlah Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin


Taman Tematik

Wonderful Adventure Indonesia : Asia Pacific Hash 2014

DENPASAR - Kemenparekraf menginisiasi penyelenggaraan kegiatan Wonderful Adventure Indonesia : Asia Pacific Hash 2014 yang akan diselenggarakan di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) (Labuan Bajo) pada tanggal 9-11 Mei 2014. Penyelenggaraan even internasional ini merupakan pelaksanaan flagship (fokus pengembangan) wisata minat khusus sebagai produk wisata unggulan Indonesia oleh Kemenparekraf.
Hingga tanggal 20  April 2014, tercatat sebanyak 1976 peserta telah mendaftar melalui website asiapacific2014.com. Peserta yang mendaftar berasal dari berbagai negara seperti Australia, Inggris, Brunei, China, Belanda, Jerman, India, Jepang, Malaysia serta Selandia Baru. Penetapan lokasi penyelenggaraan di Bali dan NTT merupakan bagian dari upaya memperkenalkan destinasi wisata olahraga potensial di Indonesia kepada masyarakat dunia.

“Strategi kami untuk mengembangkan pariwisata Indonesia adalah 16+7+16, yakni 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), 7 wisata minat khusus pada 16 pasar wisata utama. Ajang WAI-ASPAC 2014 yang akan kami adakan di bulan Mei bernilai strategis karena Bali dan NTT adalah bagian dari 16 KSPN serta wisata olahraga adalah 1 dari 7 wisata minat khusus, sementara sebagian besar peserta berasal dari pasar wisata utama Indonesia“ jelas Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada Konferensi Pers setelah memimpin rapat finalisasi penyelenggaraan Adventure Indonesia: Asia Pacific Hash 2014 di Denpasar Bali, Senin (21/4). 

Mari Pangestu menambahkan bahwa kegiatan bertaraf internasional seperti WAI-ASPAC ini juga berdampak positif karena akan memacu pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas. Penyelenggaraan even internasional tentu harus didukung oleh adanya fasilitas penerbangan dan infrastruktur yang memadai seperti bandara, pelabuhan, jalan, hotel dan sarana pendukung lainnya.

Penyelenggaraan WAI-ASPAC 2014 mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Provinsi Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, serta Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka. Segenap Pemerintah Daerah yang terlibat menyatakan kesanggupannya untuk memberikan dukungan welcoming party maupun cultural performance bagi seluruh peserta.  

Panitia penyelenggara berharap agar pelaksanaan WAI-ASPAC 2014 juga merangkul pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta, terutama ketersediaan sarana transportasi yang memadai untuk membawa peserta dari Bali menuju Labuan Bajo hingga ke Pulau Komodo.

Penyelenggaraan even wisata olahraga semacam WAI-ASPAC 2014 merupakan upaya nyata agar kegiatan pariwisata semakin memberi manfaat positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Manfaat tersebut tidak terbatas kepada aspek ekonomi saja tetapi juga proses edukasi bagi seluruh kalangan di daerah dalam penyelenggaraan even-even berskala internasional.

Diharapkan penyelenggara WAI-ASPAC 2014 berdampak positif pada peningkatan pendapatan masyarakat hingga lapisan paling bawah, melalui penyewaan becak, mobil, biaya pijat, hingga pembelian souvenir.  Selain diharapkan terjadi peningkatan peran serta Pemerintah Daerah dan stakeholder lain dalam meningkatkan kesiapan destinasi dan sumber daya pendukung pariwisata lainnya.

Panitia penyelenggara juga akan menyiapkan charity even dimana peserta hash secara mandiri menyelenggarakan Red Dress Run dimana nominal uang yang terkumpul digunakan untuk memperbaiki sarana-sarana umum, termasuk sekolah-sekolah.
 
Secara umum, Hash dapat diartikan sebagai bentuk olahraga rekreasi berupa aktivitas jalan dan lari mengikuti petunjuk kertas atau tepung yang disebar dengan jarak tertentu. Lokasinya mengambil daerah yang masih alami seperti pedesaan dan perbukitan atau daerah pegunungan, khususnya daya tarik wisata. Indonesia telah berpengalaman menjadi tuan rumah even olahraga Borobudur Interhash 2012, sebuah even hash internasional 2 tahunan yang dihadiri  oleh para hasher seluruh dunia. 

Borobudur Interhash 2012 diselenggarakan di Magelang dan Yogyakarta, mengusung Candi Borobudur sebagai ikon kegiatan, serta memadukan olahraga hash dengan bermacam pilihan rute seperti sungai, gunung, pedesaan dan persawahan, dengan jumlah peserta mencapai kurang lebih 5000 orang.

Kemenparekraf menyadari bahwa pengembangan wisata olahraga di Indonesia memiliki potensi yang besar mengingat keunggulan kondisi topografi alam yang mendukung penyelenggaraan olahraga petualangan. Indonesia memiliki sungai dengan riak yang menantang, puncak gunung yang tertutup salju abadi, pantai dengan variasi ombak, serta topografi yang dapat dikemas menjadi destinasi wisata minat khusus olahraga dan arena penyelenggaraan olahraga petualangan seperti biking, trekking, hiking hingga hash. Pengembangan wisata olahraga merupakan salah satu pilihan yang tepat, karena dalam satu kali penyelenggaraan even, tidak hanya peserta yang akan datang, tetapi juga rombongan ofisial, keluarga hingga supporter peserta.(LY)
Selasa, April 22, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Progam Aksi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kuta-Sanur-Nusa Dua


DENPASAR -Pengembangan dan pengelolaan kawasan strategis pariwisata nasional secara berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia memerlukan koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat dan Daerah.   Berdasarkan UU Pariwisata No.10/2009 ada 88 KSPN yang akan dikembangkan dan disempurnakan di seluruh Indonesia sampai dengan 2025  dan untuk 3-5 tahun pemerintah akan fokus ke 16 KSPN, termasuk Kuta-Sanur-Nusa Dua. Pembangunan KSPN ditujukan untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia secara berkelanjutan dan terutama untuk meastikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan Indonesia.  

Wilayah Kuta-Sanur-Nusa Dua Wilayah menyumbang 37% terhadap total kepariwisataan nasional serta merupakan pintu masuk utama bagi wisman ke Indonesia.  Namun, Menparekraf, menyampaikan, “Daerah Bali Selatan ini memiliki tantangan yang besar dalam pengembangan kepariwisataan yang berkelanjutan dan berpotensi menurunkan kualitas kepariwisataan sehingga disepakati bersama pemerintah daerah untuk memperbaiki pengelolaan wilayah ini secara komprehensif dan terkoordinasi antara semua pihak terkait”.

Dalam rangka ini, sudah dilakukan evaluasi, studi perkembangan, rencana inisiatif (quick wins) jangka 5 tahun dan rencana induk KSPN Kuta-Sanur-Nusa Dua di beberapa lokasi destinasi wisata di dalam kawasan tersebut dengan melibatkan semua pihak terkait, baik pemerintah pusat, daerah, industri pariwisata dan masyarakat setempat.  Walikota Denpasar dan Bupati Badung menyampaikan, “Sejak tahun lalu sudah dilaksanakan beberapa rapat koordinasi dengan tujuan menyamakan perencanaan dan menyepakati rencana aksi serta pembagian tugas antara pusat dan daerah agar alokasi anggaran tepat sasaran dan dapat dilakukan perencanaan multi years agar masyarakat merasakan dampaknya.”  

Telah disepakati 19 inisiatif di KSPN dan Program aksi yang akan dimulai tahun ini adalah perbaikan daerah Sanur terutama 7 km sepanjang tepi Pantai Sanur sampai dengan Pantai Mertasari dan Pantai Matahari Terbit, serta Desa Wisata Percontohan di Desa Serangan, Sanur.   Sedangkan untuk daerah Kuta beberapa daerah telah dipilih untuk perbaikan termasuk dalam jangka pendek, Pantai Pandawa, Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Tujuan dari Rapat Koordinasi di Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada tanggal 21 April 2014, adalah untuk memastikan pembagian tugas di Pemerintah Pusat dan Daerah dan dari Pemerintah Pusat.  Dari Pemerintah Pusat hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Mari Pangestu dan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto. Hadir pula perwakilan Pemerintah Propinsi Bali, Bupati Badung dan Walikota Denpasar. 

Menteri Pekerjaan Umum, “Saya memberi apresiasi kepada pendekatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat dalam mengembangkan kawasan pariwisata yang berkelanjutan.  PU akan mempelajari bagaimana sumbangannya terhadap infrastruktur fisik, terutama akses jalan dan berharap bahwa “nyawa” lokasi wisata dari aspek kepariwisataan, budaya dan industri kreatif dapat diikembangkan oleh Parekraf bersama-sama Pemda dan masyarakat setempat”. 

Rapat juga langsung ditindaklanjuti dengan kunjungan ke lapangan ke Desa Wisata percontohan di Desa Serangan dan Pantai Pandawa di Kuta Selatan.  Sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 19 April, Menperekraf Mari Pangestu juga telah melakukan kunjungan lapangan dengan melakukan kunjungan bersepeda sepanjang Pantai Sanur untuk melihat sendiri keadaan untuk wisatawan sepanjang  Pantai Sanur, termasuk wisata bersepeda dan olah raga jalan serta jogging, wisata bahari, wisata budaya dengan mengunjungi Museum Le Mayeur, ekowisata dengan penakaran penyu, serta juga menikmati berbagai industri kreatif dalam bentuk kerajinan dan kuliner sepanjang jalan, termasuk warung nasi Bali yang terkenal, Men Weti (Ibunya Weti). Selama beberapa tahun terakhir Kemenparekraf juga mendukung Sanur Village Festival yang sudah menjadi acara tahunan yang menarik banyak pengunjung. Hal tersebut mengambarkan eratnya sinergi antara pariwisata dan industri kreatif.

Untuk tahun lalu Kemenparkeraf telah mendukung pembuatan master plan dan fasilitasi melalui Destination Management Organization (DMO) dengan kelompok masyarakat di wilayah tersebut.  Berdasarkan kesepakatan master plan tersebut, tahun ini Kemenparekraf memberi tugas pembantuan di Pantai Mertasari, Sanur sebesar Rp. 5 Milyar agar wilayah ini dapat digunakan untuk kegiatan publik dan pengembangan industri kreatif, dan diharapkan dari Pemerintah Kotamadya Denpasar dan pihak lain, perbaikan dari jalan akses sepeda dan jalan di sepanjang tepi Pantai Sanur dan penataan zonasi antara kios, wisata bahari dan kegiatan lain.   Sedangkan untuk Pantai Pandawa, Kuta Selatan, sedang dipelajari sumbangan pusat dan diharapkan juga ada sumbangan Pemerintah Daerah serta pihak lain.

Desa Wisata Percontohan
Dalam pengembangan KSPN terdapat beberapa kegiatan utama yang mendukung pengembangan destinasi wisata dan salah satu yang sangat penting adalah pengembangan desa wisata agar kegiatan pariwisata dapat memberikan manfaat yang optimal kepada masyarakat lokal. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merencanakan untuk mengembangkan desa wisata percontohan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kuta-Sanur-Nusa Dua Bali. Program ini juga sejalan dengan aspirasi Pemerintah Propinsi Bali untuk mengembangkan Desa Wisata di seluruh Bali.

“Desa wisata yang akan dikembangkan diharapkan menjadi percontohan i (pilot project) atau sebagai  model dalam mengembangkan konsep kepariwisataan berkelanjutan yang implementasinya harus menjaga keseimbangan antara aspek sosial, budaya, lingkungan hidup, dan ekonomi serta langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.  Sebenarnya sudah ada beberapa contoh desa wisata yang sudah berhasil dan belajar dari pengalaman tersebut, dan menambahkan keunikan dari setiap lokasi, kita berharap dapat mulai mengembangkan desa wisata yang direncanakan secara komprehensif dan di fasilitasi oleh semua pihak secara bersama-sama dalam jangka waktu tertentu agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat” kata Mari Pangestu.

“Aspek penting dalam membangunan desa wisata percontohan adalah insfrastruktur desa untuk mendukung kegiatan kepariwisataan di daerah. Kami tengah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum agar membangun jalan dan perbaikan sanitasi di lingkungan desa wisata percontohan,” kata Mari. 

Mari melihat bahwa  Desa Pelipuran di Kabupaten Bangli, Bali yang sudah  difasilitasi pembangunan infrastrukturnya oleh Kementerian PU adalah model yang tepat dan sangat berhasil menciptakan ekonomi kerakyatan berbasis kepariwisataan. Diharapkan PU juga memfasilitasi pembangunan insfrastruktur pada desa wisata yang menjadi percontohan di KSPN  Kuta-Sanur-Nusa Dua Bali.

Dalam pembangunan desa wisata percontohan, Kemenparekraf memfasilitasi perencanaan dan perancangan konsep pembangunan wilayah desa di Serangan dan direncanakan juga untuk Pantai Pandawa.  Untuk Serangan, Kemenparekraf sudah dan akan melakukan pemberdayaan masyarakat, merevitalisasi seni budaya setempat, pemberdayaan nelayan dan kuliner khas Serangan, dan kegiatan lain yang terkait dengan penguatan kepariwisataan  desa setempat.  Di wilayah Serangan terdapat 17 pura bersejarah di Bali dan banyak seni budaya dan kuliner tradisional yang dapat dikembangkan.   Pengembangan desa wisata di Serangan dapat menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya dan sejarah, serta perkembangan industri kreatif berbasis warisan budaya dan kerafian lokal erat kaitannya dengan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Usai melakukan diskusi KSPN, Menparekraf bersama para pejabat instansi terkait melakukan kunjungan ke desa  Serangan di kota Denpasar dan Pantai Pandawa di Kabupaten Badung. Kedua desa ini akan dijadikan sebagai desa percontohan untuk wilayah KSPN  Kuta-Sanur-Nusa Dua Bal. 

Kemenparekraf mulai mengembangkan desa wisata dalam program PNPM  (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri pariwisata dengan memfasilitasi sebanyak 1.440 desa pada periode 2009-2013. Namun saat ini berencana untuk mengembangkan konsep yang lebih komprehensif, terkoordinasi dan multi year agar desa wisata berkelanjutan dan mandiri dapat dihasilkan di seluruh Indonesia.  Keberadaan desa wisata diharapkan akan mendorong partisipasi masyarakat setempat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup, dan pada saat yang bersamaan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dan melestarikan warisan budaya.  (LY
Selasa, April 22, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Pangdam : Istri Prajurit Miliki Peran Ganda Yang Sangat Mulia



BANDUNG - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim mengingatkan  pentingnya peran istri prajurit sebagai pendamping suami dan sebagai ibu rumah tangga, karena pada hakekatnya kedua peran tersebut merupakan peran yang sangat mulia, terhormat dan membanggakan.
 
Hal tersebut disampaikan Pangdam III/Siliwangi dihadapan para Pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah III/Siliwangi pada acara peringatan HUT Ke-68 Persit Kartika Chandra Kirana  di Graha Manggala Siliwangi Jalan Aceh No 66 Bandung, Kamis (17/4/2014).
 
Turut hadir pada acara tersebut Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Suyatno, Kasgar Tap II Bandung, Marsma TNI Imron Nasution, Para Danrem, Para Asisten dan Kabalak jajaran Kodam III/Siliwangi, Ketua Persit KCK PD III/Slw, para ketua Cabang dan Ranting se jajaran PD III/Slw, pengurus Dhama Pertiwi, Pengurus Jalasenatri, serta pengurus Pia Ardhya Garini yang ada di wilayah Bandung-Cimahi.
 
Lebih lanjut Pangdam mengungkapkan keberhasilan seorang suami, tidak akan terlepas dari peran, dukungan, kesetiaan dan ketulusan seorang istri. Karenanya menurut Pangdam, seorang istri harus mampu memberikan energi yang positif, menjadi sumber inspirasi dan penyemangat yang konstruktif, sehingga para suami tetap tegar, dan mampu menjalankan tugas pengabdiannya dengan profesional dan optimal.
 
Pangdam juga menekankan bahwa tugas sebagai seorang ibu bagi putra-putrinya  bukan  tugas yang mudah dan ringan. Terlebih lagi di era modern saat ini, yang diwarnai berbagai dampak negatif lingkungan seperti narkoba, budaya kekerasan, kenakalan remaja, etika, sopan santun dan moralitas, sangat menuntut perhatian dan penanganan lebih dari seorang ibu.
 
Dijelaskan Pangdam kedua peran tersebut harus dapat diperankan dengan baik oleh seorang istri prajurit, dengan demikian akan berdampak pada harmonisnya kehidupan rumah tangga yang ditandai dengan hubungan emosional yang sehat, saling menghargai dan perhatian diantara anggota keluarga. 
 
Terkait dengan HUT ke-68, Pangdam mengharapkan makna dari peringatan ini, dapat dijadikan momentum untuk memperteguh tekad dan semangat kebersamaan serta  kekeluargaan dalam meningkatkan kepedulian sosial dan kelestarian lingkungan bagi kesejahteraan keluarga besar Kodam III/Siliwangi dan masyarakat di sekitarnya.
 
Peringatan hari ulang tahun persit kali ini, hendaknya dijadikan sebagai wahana evaluasi dan introspeksi untuk mengukur sejauhmana sumbangsih yang telah diberikan oleh organisasi Persit Kartika Chandra Kirana, dalam mendukung pelaksanaan tugas Kodam III/Siliwangi serta memberikan pengabdian kepada masyarakat.
 
Acara diakhiri dengan Pemotongan Tumpeng Hut ke-68 Persit Kartika Chandra Kirana yang dilakukan oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim yang didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD III/Siliwangi Ny. Eulis Dedi Kusnadi Thamim serta diserahkan kepada Anggota Persit KCK PD III/Siliwangi tertua.
 
Dalam menyambut hari ulang tahun ke-68 Persit KCK, jajaran Pesit KCK PD III/Siliwangi melaksanakan beberapa kegiatan antara lain : Bakti sosial, anjangsana, bantuan korban banjir, santunan kepada panti jompo dan anak yatim, perlombaan tari kreasi anak, peragaan busana batik, donor darah serta pertandingan olah raga. (LY/Pendam III/Slw)
Selasa, April 22, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Wamendik Tinjau Proses Pemindaian di Universitas Negeri Manado

MINAHASA - Saat melakukan peninjauan ke Manado, Sulawesi Utara, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang pendidikan, Musliar Kasim, berkunjung ke Universitas Negeri Manado untuk meninjau proses pemindaian lembar jawaban ujian nasional.

Wamendik melihat kondisi di ruang pemindaian untuk memastikan apakah proses pemindaian sudah dimulai. Tim pemindai mengatakan bahwa proses pemindaian sudah dimulai sejak hari pertama pelaksanaan UN. "Walaupun target selesai pada tanggal 1 Mei 2014, kita tidak perlu menunggu-nunggu lagi, karena begitu proses pemidaian selesai bisa segera langsung dikirim  secara online ke Puspendik," kata Wamendik, Rabu (16/04/2014).

Rektor Universitas Negeri Manado, Philotheus E.A. Tuerah menjelaskan UNIMA memiliki lima mesin untuk melakukan pemindaian, dan tim pemindaian pun mengatakan kertas LJUN  pun sudah semakin bagus. Mesin pemindaian akan memberikan peringatan apabila LJUN tidak dapat dipindai, apabila penghitamannya kurang tebal maka ditebalkan. Wamendik melihat dengan teliti proses dari pemindaian, "Yang penting tidak merugikan siswa. Apabila siswa kurang tebal menghitamkan LJUN, dibantu untuk menebalkannya. Tetapi yang tidak boleh adalah mengganti jawaban ataupun mengisi jawaban yang tidak dijawab," kata Wamendik.

"Saya melihat proses pemindai berjalan dengan lancar sesuai dengan yang saya lihat. Dari tim pemindai pun mengatakan sampai saat ini tidak ada kendala-kendala dalam proses pemindai," ungkap Wamendik. (Ly/dikbud)
Sabtu, April 19, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Perkuliahan dengan Pendekatan Active Learning Bentuk Demokrasi Pendidikan

JAKARTA - Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud bekerja sama dengan USAID mengadakan pertemuan nasional dan Pameran Keberhasilan Implementasi Perkuliahan dengan Pendekatan Active Learning di 16 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Dalam sambutannya, Dirjen Dikti Djoko Santoso mengatakan perkuliahan dengan pendekatan active learning merupakan salah satu bentuk demokrasi dalam bidang pendidikan.

“Sistem pembelajaran sekarang sudah berbeda. Sekarang lebih terlihat keaktfifan siswa dalam mengeksplor sesuatu,” ujarnya saat pertemuan nasional dengan USAID dan para dosen LPTK di Gedung D Kemdikbud, Jakarta, (15/04/2014).

Ia juga berpesan kepada para dosen dan rektor perguruan tinggi yang hadir untuk mendidik generasi bangsa yang siap menjadi pemimpin dunia. “Esensi pendidikan yang kita lakukan tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk dunia,” katanya. Ia menambahkan, pengelola LPTK harus mampu menciptakan tenaga kependidikan yang baik sebagai bentuk kebanggaan bersama.

Pertemuan nasional dan Pameran Keberhasilan Implementasi Perkuliahan dengan Pendekatan Active Learning di 16 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) diselenggarakan untuk menindaklanjuti program kemitraan LPTK dan USAID Prioritas untuk meningkatkan kapasitas dosen LPTK dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi guru pra- dan dalam jabatan, serta meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen pendidikan di kabupaten/kota.

Dalam acara tersebut, 16 LPTK negeri yang berada di bawah koordinasi Kemdikbud dan Kemenag memamerkan dan mempresentasikan perubahan yang terjadi dalam proses perkuliahan dengan pendekatan active learning di kampusnya. Termasuk di dalamnya program praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen sekolah yang dikembangkan LPTK bersama sekolah lab dan sekolah mitranya. (LY/dikbud)
Sabtu, April 19, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Mulai Besok Museum KAA Gelar Pekan Festival Konferensi Asia Afrika

BANDUNG - Menyambut peringatan 59 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, Museum KAA menggelar Pekan Festival Konferensi Asia Afrika (Pekan FKAA) mulai tanggal 18-24 April 2014 .

Tema yang diusung pada festival kali ini adalah "Semangat Kemitraan dan Langkah Maju Kerjasama Asia Afrika". Dalam festival ini, serangkaian acara yang sarat dengan nilai edukasi dihadirkan untuk masyarakat.

Prosesi Opening Peringatan 59 tahun Konferensi Asia Afrika d Museum Konferensi Asia Afrika Bandung dihadiri oleh kepala negara dari 29 negara. Para delegasi dari 29 negara disambut dengan tari Pangpagea yang berasal dari Kota San Fernando.

Diawali dengan prosesi Bandung Walk di Jalan Asia Afrika yang dilanjutkan dengan tradisi Pengibaran 106 Bendera Negara Asia Afrika dan Bendera PBB, serta Prosesi Pemukulan Gong sebagai tanda dibukanya 59 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berharap agar kegiatan ini dapat terus terlaksana setiap tahunnya.

"Semoga kegiatan ini menjadi pendorong terwujudnya sinegitas yang berkesinambungan dalam pelaksanaan pembangunan bangsa dan negara Indonesia dan Negara-negara Asia Afrika, sehingga tercapainya kualitas Negara Asia-Afrika yang lebih maju dan sejahtera," tutur Deddy.

Acara Opening Peringatan 59 tahun Konferensi Asia Afrika d Museum Konferensi Asia Afrika Bandung ini diakhiri dengan parade dari berbagai instansi maupun organisasi. Adapun Pasukan berkuda dgn membawa 29 Bendera Pesera KAA, Paskibraka Kota Bandung, dan Parade Marching Band dari prajurit Secapa Jawa Barat. (LY/JBR)
Kamis, April 17, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...