Headlines News :

Promosi Online

Apakah Binatang Masuk Surga?

Binatang Masuk Surga?

Tanya:
Apakah hewan juga masuk surga? Itu saja. Nuhun
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Ada 2 pertanyaan yang perlu kita bedakan,
[1] Apakah hewan masuk surga?
[2] Apakah ada hewan di surga?
Pertama, apakah ada hewan masuk surga?
Artinya, apakah ada hewan yang saat ini hidup di dunia dan nantinya, akan Allah masukkan ke dalam surga?
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ
”Apabila binatang-binatang dikumpulkan.”
Allah juga berfirman,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ وَلا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
”Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.” (QS. Al-An’am: 38).
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
يحشر كل شيء حتى الذباب
Semua makhluk akan dikumpulkan, sampai lalat. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/331).
Untuk apa mereka dibangkitkan?
Untuk diqishas, dilakukan pembalasan atas kedzaliman sesama mereka.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنْ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
Sungguh semua hak akan dikembalikan kepada pemiliknya di hari kiamat, sampai diqishas dari kambing yang tidak punya tanduk, kepada kambing bertanduk (yang pernah menanduk). (HR. Ahmad 7404 & Muslim 6745)
Selanjutnya, setelah selesai qishas, mereka dijadikan debu.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يقضي الله بين خلقه الجن والإنس والبهائم، وإنه ليقيد يومئذ الجماء من القرناء حتى إذا لم يبق تبعة عند واحدة لأخرى قال الله: كونوا ترابا، فعند ذلك يقول الكافر: (يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا)
Allah akan menegakkan qishas antar-semua makhluknya, jin, manusia, dan binatang. Pada hari itu, akan diqishas dari kambing yang tidak memiliki tanduk untuk membalas kambing bertanduk. Hingga setelah tidak tersisa lagi kedzaliman apapun yang belum terbalaskan, Allah berfirman kepada binatang, “Jadilah tanah.” di saat itulah, orang kafir mengatakan, “Andai aku menjadi tanah.” (HR. Ibnu Jarir dalam tafsirnya, 24/180 dan dishahihkan al-Albani).
Hadis ini menunjukkan bahwa binatang dibangkitkan oleh Allah. Hanya saja mereka tidak mendapat balasan berupa pahala atau hukuman. Mereka tidak berakal. Akan tetapi mereka diqishas, selanjutnya dijadikan tanah. Karena itu, kita tidak menyatakan bahwa binatang yang perah hidup di dunia ini, ada yang dimasukkan ke  dalam surga.
Kedua, apakah ada hewan di surga?
Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa penduduk surga disediakan suguhan makanan oleh Allah, berupa daging hewan.
Diantaranya, firman Allah,
وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ
Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan. (QS. at-Thur: 22).
Allah juga berfirman menyebutkan makanan di surga,
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ
”dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (al-Waqi’ah: 21).
Dalam hadis dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan hidangan bagi penduduk surga,
يتكفؤها الجبار يبده، كما يتكفأ أحدكم خبزته في السفر نزلا لأهل الجنة. فأتى رجل من اليهود، فقال: بارك الرحمن عليك ياأبا القسم، ألا أخبرك بنزل أهل الجنة يوم القيمة ؟ قال بلى… ثم قال ألا أخبرك بإدامهم ؟ بلام والنون. قالوا وما هذا ؟ قال ثور ونون، يأكل من زائدة كبدهما سبعون ألفا
“… Allah menggenggamnya dengan tangannya, seperti salah seorang dari kalian menggenggam rotinya di kala safar sebagai jamuan bagi penduduk surga.” Datanglah seorang Yahudi lalu mengatakan, “Semoga Ar Rahman memberkahimu wahai Abul Qosim (Nabi Muhammad), maukah engkau aku beri tahu mengenai jamuan penduduk surga pada hari kiamat? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tentu saja.” … Yahudi melanjutkan “Maukah engkau aku kabarkan lauk-pauk mereka (penduduk surga)? Dengan sapid an ikan” Rasulullah dan para sahabat mengatakan, “Apakah lauk-pauk mereka?” Yahudi menjawab, “Sapi dan ikan, penduduk surga memakan bagian yang paling nikmat seperti hati sapi dan ikan, bahkan lebih nikmat 7000 kali lipat.” (HR. Bukhari 6520 & Muslim 7235)
Demikian pula yang disebutkan dalam riwayat, dari Kaisan, bahwa beliau pernah berjumpa dengan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,
“Mau kemana?” tanya Abu Hurairah.
“Mau ke kambing-kambingku.” Jawab Kaisan.
Lalu Abu Hurairah berpesan,
نَعَمْ، امْسَحْ رُعَامَهَا، وَأَطِبْ مُرَاحَهَا، وَصَلِّ فِي جَانِبِ؛ مُرَاحِهَا، فَإِنَّهَا مِنْ دَوَابِّ الْجَنَّةِ
“Bagus, bersihkan mulut dan hidungnya, perbagus kandangnya, dan shalatnya di sebelah kandangnya, karena kambing adalah hewan surga.” (HR. Ahmad 9625 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Demikian pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan janji bagi sahabat yang menyerahkan ontanya untuk fi sabilillah.
Dari sahabat Abu Mas’d al-Anshari radhiyallahu ‘anhu,
Bahwa datang seseorang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan ontanya yang ada kekangnya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam megatakan,
لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعُمِائَةِ نَاقِةٍ كُلُّهَا مَخْطُومَةٌ
Engkau akan mendapatkan 700 onta di hari kiamat, yang semuanya ada kekangnya, disebabkan infaqmu ini. (HR. Muslim 5005, Ibnu Hibban 4649 dan yang lainnya)
Semua riwayat di atas menunjukkan bahwa penduduk surga diberi kenikmatan oleh Allah berupa binatang yang Allah ciptakan di surga.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!
KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Mereka yang Diusir dari Telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ilustrasi  Danau

Orang yang Diusir dari Telaga Nabi

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Mengimani keberadaan telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bagian dari prinsip ahlus sunah. dan ini bagian dari kesempurnaan iman kepada hari akhir.

Tentang keberadaan haudh (telaga) di hari kiamat, telah dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadis dengan redaksi yang berbeda. Diantaranya,

Pertama, bahwa semua nabi memiliki haudh
Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِكُلِّ نَبِىٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً وَإِنِّى أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً
Sesungguhnya setiap nabi memiliki Haudh (telaga). Dan mereka akan saling berlomba, siapa diantara mereka yang telaganya paling banyak pengunjungnya. Dan saya berharap, aku adalah orang yang telaganya paling banyak pengunjungnnya. (HR. Turmudzi 2631 dan dishahihkan al-Albani)

Kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunggu kita di telaga
Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنِّى فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، مَنْ مَرَّ عَلَىَّ شَرِبَ ، وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا
Saya menunggu kalian di telaga. Siapa yang mendatangiku, dia akan minum airnya dan siapa yang minum airnya, tidak akan haus selamanya. (HR. Bukhari 6583 & Muslim 6108)

Ketiga, ada yang disesatkan, sehingga tidak bisa mendekat ke telaga
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، وَلَيُرْفَعَنَّ لِي رِجَالٌ مِنْكُمْ، ثُمَّ لَيُخْتَلَجُنَّ دُونِي، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ، أَصْحَابِي، فَيُقَالُ لِي: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
Aku menunggu kalian di telaga. Sungguh ditampakkan kepadaku beberapa orang diantara kalian, kemudian dia disimpangkan dariku. Lalu aku mengatakan, “Ya Rabbi, itu umatku.” Kemudian disampaikan kepadaku, “Kamu tidak tahu apa yang mereka perbuat setelah kamu meninggal.” (HR. Ahmad 4180 dan Bukhari 6576)

Keempat, air telaga bersumber dari surga
Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu,
سُئِلَ عَنْ عَرْضِ الحَوضِ فَقَالَ « مِنْ مَقَامِى إِلَى عَمَّانَ ». وَسُئِلَ عَنْ شَرَابِهِ فَقَالَ « أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ يَغُتُّ فِيهِ مِيزَابَانِ يَمُدَّانِهِ مِنَ الْجَنَّةِ أَحَدُهُمَا مِنْ ذَهَبٍ وَالآخَرُ مِنْ وَرِقٍ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang lebar telaga. Jawab beliau, “Dari tempatku ini sampai Oman.” Lalu beliau ditanya tentang kondisi airnya, jawab beliau, “Lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, ada dua pancuran yang selalu memancar, terhubung sampai ke surga. Yang satu dari emas dan yang satu dari perak.” (HR. Muslim 6130).

Kelima, Luas telaga dan Gayungnya
Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
حَوْضِى مَسِيرَةُ شَهْرٍ ، مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ اللَّبَنِ ، وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ ، وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ
Telagaku lebarnya sejauh perjalanan sebulan. Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dari kesturi, gayungnya seperti bintang di langit. (HR. Bukhari 6579 & Muslim 6111).
Gayungnya disamakan dengan bintang artinya sama dalam jumlah dan gemerlapnya.

Mereka yang Disesatkan dari Telaga

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bercerita,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi kuburan, lalu beliau memberi salam, “Salamu alaikum, wahai penduduk negeri kaum mukminin, kami insyaaAllah akan bertemu kalian.” Lalu beliau mengatakan,
“Saya ingin ketemu dengan teman-temanku.”
“Bukankah kami ini teman-teman anda ya Rasulullah?” tanya para sahabat.
“Bukan, kalian sahabatku. Teman-temanku adalah umat islam yang akan datang setelah masa ini. Aku menunggu mereka di telagaku.” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Ya Rasulullah, bagaimana anda bisa mengenali umatmu yang belum pernah ketemu dengan anda?” tanya sahabat.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat permisalan,
“أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا كَانَ لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ خَيْلٍ بُهْمٍ دُهْمٍ، أَلَمْ يَكُنْ يَعْرِفُهَا؟ ” قَالُوا: بَلَى. قَالَ: ” فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ”
“Bagaimana menurut kalian, jika ada orang yang memiliki kuda hitam yang ada belang putih di wajah dan kaki-kakinya, dan dia berada di kerumunan kuda yang serba hitam. Bukankah dia bisa mengenalinya?”
“Tentu dia bisa mengenali kudanya.” Jawab sahabat.
“Umatku akan dibangkitkan di hari kiamat dalam keadaan belang di wajah dan tangannya karena bekas wudhu. Saya menunggu mereka di telaga.” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Lalu beliau mengingatkan,
أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ، أُنَادِيهِمْ: أَلَا هَلُمَّ، فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ: سُحْقًا، سُحْقًا
Ketahuilah, sungguh ada beberapa orang yang disesatkan, tidak bisa mendekat ke telagaku, seperti onta hilang yang tersesat. Aku panggil-panggil mereka, “Kemarilah…kemarilah.” Lalu disampaikan kepadaku, “Mereka telah mengubah agamanya setelah kamu meninggal.”
Akupun (Nabi) mengatakan, “Celaka-celaka..”. (HR. Ahmad 8214 & Muslim 607)
Dalam riwayat Bukhari, Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُمْ مِنِّى . فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى
“Mereka umatku… “
lalu disampaikan kepadaku, “Kamu tidak tahu bahwa mereka telah mengubah (agamanya) setelah kamu meninggal”. Akupun berkomentar, “Celaka-celaka bagi orang yang mengganti agamannya setelah aku meninggal.” (HR. Bukhari 7051).

Siapakah Orang yang Mengganti itu?

Kita simak keterangan al-Qurthubi,
قال علماؤنا رحمة الله عليهم أجمعين : فكل من ارتد عن دين الله أو أحدث فيه ما لا يرضاه الله و لم يأذن به الله فهو من المطرودين عن الحوض المبعدين عنه و … وكذلك الظلمة المسرفون في الجور و الظلم و تطميس الحق و قتل أهله و إذلالهم و المعلنون بالكبائر المستحفون بالمعاصي و جماعة أهل الزيغ و الأهواء و البدع
Para ulama (guru) kami – rahimahumullah – mengatakan,
Semua orang yang murtad dari agama Allah, atau membuat bid’ah yang tidak diridhai dan diizinkan oleh Allah, merekalah orang-orang yang diusir dan dijauhkan dari telaga…. Demikian pula orang-orang dzalim yang melampaui batas dalam kedzalimannya, membasmi kebenaran, membantai penganut kebenaran, dan menekan mereka. Atau orang-orang yang  terang-terangan melakukan dosa besar terang-terangan, menganggap remeh maksiat, serta kelompok menyimpang, penganut hawa nafsu dan bid’ah. (at-Tadzkirah, hlm. 352).

Keterangan lain juga disampaikan Ibnu Abdil Bar,
“Semua orang yang melakukan perbuatan bid’ah yang tidak diridhai Allah dalam agama ini akan diusir dari telaga Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang paling parah adalah ahlul bid’ah yang menyimpang dari pemahaman kaum muslimin, seperti khawarij, syi’ah rafidhah dan para pengikut hawa nafsu… semua mereka ini dikhawatirkan termasuk orang-orang yang disebutkan dalam hadits ini yang diusir dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Syarh az Zarqaani ‘ala al-Muwaththa, 1/65).

Mengapa mereka diusir dari telaga?
Karena sewaktu di dunia mereka tidak mau minum sunah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka lebih memihak bid’ah dengan sejuta alasannya, demi membela ajaran tokohnya. Sebagaimana mereka tidak minum telaga sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka di akhirat kelak mereka tidak boleh minum air telaga beliau, yang merupakan janji indah untuk ahlus sunah.  
Terutama  Mereka Yang Mengingkari Keberadaan Telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Kita simak penuturan Imam Ibnu Katsir,
“Penjelasan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – semoga Allah Memudahkan kita meminum dari telaga tersebut pada hari kiamat – yang disebutkan dalam banyak hadis, dengan banyak jalur yang kuat,  meskipun ini tidak disukai oleh orang-orang ahlul bid’ah yang keras kepala menolak dan mengingkari keberadaan telaga ini. Merekalah yang paling terancam untuk diusir dari telaga tersebut pada hari kiamat. Sebagaimana ucapan salah seorang ulama salaf,
من كذب بكرامة لم ينلها
“Barangsiapa yang mendustakan (mengingkari) suatu kemuliaan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan tersebut…”(an-Nihayah fi al-Fitan wal Malahim, 1/374).
Semoga Allah memberi kekuatan kita untuk selalu istiqamah di atas kebenaran…
Allahu a’lam.

Dtulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Wakil Menlu Israel : Israel Mengadakan Pembicaraan Rahasia Dengan Indonesia

israel indonesia

Wakil Menlu Israel Tzipi Hotovely mengatakan kepada Knesset bahwa Menlu Indonesia dilarang mengunjungi Ramallah karena dia melanggar nota kesepahaman yang dicapai selama kunjungan resmi rahasia Israel ke Jakarta.

Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely mengungkapkan kepada Knesset pada hari Rabu bahwa Israel melarang Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi untuk mengunjungi Otoritas Palestina karena melanggar kesepahaman rahasia yang dicapai antara Israel dan Indonesia. Sesuai dengan pemahaman itu, selain mengadakan kunjungan ke Otoritas Palestina, Marsudi juga diharapkan melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk bertemu dengan para pejabat senior Israel.

Jika persyaratan telah terpenuhi, hal itu akan menjadi kunjungan pertama yang dilakukan oleh seorang menteri luar negeri Indonesia ke Israel

Hotovely memberikan pernyataan itu di depan sidang pleno Knesset ketika menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Anggota Knesset Ahmad Tibi dari United Arab List.

“Mengapa kunjungan itu dicegah?,” tanya Tibi, “Dan apa kebijakan pemerintah Israel sehubungan dengan kunjungan Menlu Indonesia ke Otoritas Palestina?”

Wakil menteri luar negeri Israel mengatakan bahwa Direktur Departemen Luar Negeri Urusan Asia Mark Sofer, mengunjungi Jakarta secara diam-diam beberapa hari sebelum rencana perjalanan Marsudi  dalam upaya mencapai pemahaman berkaitan dengan kunjungan tersebut.

“Sudah ada pemahaman yang jelas bahwa kunjungan [Marsudi] ke Ramallah ini juga akan mencakup kunjungan ke Israel dan pertemuan dengan para pejabat senior di Yerusalem,” kata Hotovely. “Itu adalah pemahaman umum mengenai kunjungan ke Israel. Kunjungan-kunjungan ke Otoritas Palestina dilakukan dengan syarat timbal balik—sebuah kunjungan ke Yerusalem, dan juga kunjungan ke Ramallah.”
Hotovely mencatat bahwa Menlu Indonesia melanggar kesepakatan itu dan memutuskan untuk melewatkan perjalanan ke Yerusalem.

“Dia mengerti bahwa dia akan melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan Israel,” kata Hotovely. “Terlepas dari kenyataan bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan kami, Israel sangat menghormati masyarakat Indonesia dan para pemimpinnya. Kami telah mempertahankan kontak dengan Indonesia mengenai serangkaian masalah, dan kami mengambil tindakan untuk memperbaiki hubungan itu sepanjang waktu.”

Wakil Menlu Israel juga mengatakan bahwa aturan buatan Israel yang menentukan bahwa seorang pejabat senior asing yang ingin mengunjungi Otoritas Palestina harus mengunjungi Israel juga berlaku bagi semua negara, terlepas apakah mereka memiliki hubungan diplomatik dengan Israel atau tidak.
“Tidak terkecuali Indonesia,” kata Hotovely. “Setiap kunjungan oleh anggota senior masyarakat internasional juga harus melalui Yerusalem.”

Tibi menjawab Hotovely bahwa kebijakan yang dia tetapkan membuktikan bahwa Israel adalah penjajah di wilayah itu dan memiliki kontrol atas siapa yang bisa memasuki atau meninggalkan wilayah Otoritas Palestina.
“Mengapa Anda harus ikut campur? Palastina adalah sebuah negara yang telah diakui oleh PBB,” kata Tibi.
Hotovely menjawab sanggahan Tibi bahwa Menlu Indonesia secara “terang-terangan telah melanggar” kesepakatan yang dicapai dengan Israel menjelang kunjungannya.
“Bila ada kesepakatan antara negara-negara yang memiliki saluran hubungan rahasia dan hal ini dilanggar, maka jangan heran jika Anda dicegah untuk mengunjungi Otoritas Palestina.”

Marsudi mengumumkan niatnya untuk mengunjungi Otoritas Palestina seminggu yang lalu, setelah KTT OKI di Jakarta. Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menghadiri pertemuan puncak yang sama dan dia bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo. Ketika itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa produk-produk yang berasal dari “wilayah ilegal pemukiman Israel” di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan harus diboikot. Pernyataan tersebut juga termasuk sebagai suatu klausul rangkuman konferensi.

Menlu Indonesia sedang melakukan perjalanan ke Ramallah untuk mendedikasikan sebuah konsulat kehormatan Indonesia kepada Otoritas Palestina dan bertemu dengan rekan-rekannya di Palestina, Riyad al Maliki, serta Presiden Abbas. Karena keputusan Israel untuk tidak membiarkan Marsudi pergi ke Ramallah, Al Maliki mengatakan dia akan pergi ke Amman, Yordania untuk bertemu dengannya.

Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, dengan penduduk Muslim diperkirakan berjumlah sekitar 200 juta. Tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel, tetapi ada hubungan yang melibatkan perdagangan dan pariwisata. Para pengusaha Israel sering mengunjungi Indonesia, dan para pejabat senior pemerintah Israel juga telah melakukan perjalanan ke sana. Pada bulan Desember tahun 2013, Naftali Bennett yang kemudian menjadi Menteri Ekonomi Israel mengunjungi Indonesia. Para pengusaha Indonesia juga mengunjungi Israel. Minggu depan delegasi wartawan senior Indonesia dijadwalkan akan tiba di Israel, atas undangan Kementerian Luar Negeri Israel. (rz)
Sumber : http://www.haaretz.com/israel-news/.premium-1.709209

Jangan Lupakan Suriah Setelah Lima Tahun

revolusi suriah

Minggu ini menandai peringatan lima tahun revolusi Suriah. Ketika revolusi dimulai, sebagaimana di Mesir dan Tunisia, perasaan yang dirasakan di kalangan Muslim Inggris adalah simpati yang luar biasa kepada rakyat Suriah. 


Dengan menunjukkan keprihatinan terhadap mereka, kaum Muslim Inggris mengirimkan bantuan amal senilai jutaan pound.  Banyak protes yang dilancarkan sebagai respon murni atas penderitaan yang dialami rakyat Suriah. Lima tahun kemudian, setelah revolusi dimulai, alasan untuk menyingkirkan rezim Assad telah mengental. Akan tetapi, perasaan luar biasa itu tampaknya berubah menjadi kebingungan.

Para politisi dan media Inggris menggambarkan ISIS sebagai ancaman terbesar, sementara Assad menjadi ancaman kedua dan mereka berjuang untuk menemukan penyelesaian atasnya. Dukungan kaum Muslim dalam menentang Assad digambarkan sebagai dukungan kepada ISIS, sikap ‘terorisme’, dan pertanda bentuk ‘ekstremisme’. Dengan pandangan yang kusam itu, tidak mengherankan orang-orang yang melihat kejadian ini merasa kebingungan.

Meskipun begitu, dalam situasi yang sedemikian kacau ini, ada dua hal yang perlu kita ingat.
Pertama, rakyat Suriah layak mendapatkan doa dan perhatian kita. Mereka telah menjadi korban kebiadaban rezim Assad—dari sejak awal saat anak-anak mereka tewas dan menjadi korban mutilasi, kemudian setelahnya Shabiha meneror penduduk Suriah dan rezim pemerintah melakukan pembunuhan massal terhadap penduduk sipil. Tidak hanya itu, mereka juga menjadi korban dari orang-orang yang ‘mengklaim’ terlibat dalam memadamkan api, padahal sesungguhnya mereka melemparkan bensin ke dalam api.

Kekuatan-kekuatan lokal seperti Saudi dan Turki—yang memiliki kemampuan militer untuk membela penduduk Suriah,  melenyapkan sang penindas, dan mengakhiri eksodus—tidak melakukan apapun yang mereka bisa lakukan. Kekuatan-kekuatan eksternal, seperti AS, Inggris, PBB, dan Rusia, semuanya mengaku ingin mencari solusi tetapi tampaknya saling bekerja sama dalam mengamankan posisi Assad ketika dia berada di titik terlemahnya. Dan di zona konflik, terdapat ISIS, yang menghabiskan lebih banyak tenaganya terhadap para penentang Assad ketimbang melenyapkan rezim itu sendiri, sambil mengenakan label palsu Khilafah dalam tindakannya.

Rakyat Suriah yang perawakannya mirip dengan Mu’awiyah ibn Qura meriwayatkan bahwa Rasulullah (SAW) bersabda, “Jika keadaan rakyat Al-Syam menjadi buruk maka tidak ada kebaikan di antara kamu. Akan selalu ada sekelompok umatku yang akan menang, dan rakyat Al-Syam tidak akan dirugikan oleh orang-orang yang berusaha mempermalukan mereka sampai hari kiamat tiba.”

Mereka adalah orang-orang yang meninggikan suaranya dan berdiri teguh membela Allah; yang menunjukkan protes atas nama Islam.

Hingga sekarang, mereka telah melihat setiap konspirasi internasional untuk menumbangkan tujuan rakyat Suriah, dan adanya upaya untuk mengangkat kepemimpinan yang sesuai dengan tujuan-tujuan Barat.
Tidak ada yang ragu akan perlunya berjuang bersama mereka saat menghadapi ujian dari semua sisi.
Poin kedua yang perlu diingat adalah bahwa, tidak hanya terselesaikannya masalah, Islam merupakan satu-satunya solusi. Ada mitos yang menyatakan, sebelum berbicara tentang pemerintahan Islam, yakni Khilafah Rasyidah dll, perlu adanya situasi yang stabil dan mungkin pemerintah interim. Kemudian, mungkin, perlu adanya diskusi tentang peran Islam di masa depan.

Hal ini adalah sebuah kesalahpahaman atas sifat dari masalah itu dan kesalahpahaman atas peran yang dimiliki Islam dalam memecahkan masalah.

Hanya Khilafah Rasyidah-lah yang akan mempunyai legitimasi untuk menyatukan berbagai faksi yang bersaing yang menentang Assad. Hanya Khilafah Rasyidah-lah yang bisa menyatukan berbagai sekte, baik kelompok minoritas maupun mayoritas sebagai warga negara, yang urusannya dipelihara oleh Islam. Hanya Negara seperti itu yang bisa mengatasi masalah perbatasan palsu Sykes-Picot yang digariskan dengan pensil beberapa abad yang lalu—dan bebas dari pengaruh luar, yang memberikan keamanan kepada wilayah tersebut dan yang menyatukan dengan negeri-negeri lain. Khilafah adalah sistem politik yang konsisten dengan keyakinan dan nilai-nilai masyarakat dan berakar dalam sejarah mereka.

Gagasan bahwa ada beberapa batu loncatan atau pemerintahan interim merupakan pengabaian atas solusi yang jelas—dan karena solusi Islam lah—kekuatan-kekuatan internasional telah bersekongkol melawannya dan telah melakukan semua upaya yang mereka bisa lakukan untuk menumbangkannya.

Pernah suatu ketika, wilayah Yatsrib yang dulunya suka berperang, dan mengalami masalah yang terus menerus karena adanya konflik antar suku, kemudian menjadi Al Madinah Al Munawwarah disebabkan oleh Islam. Ini adalah suatu pengingat bagi kita yang perlu diperhatikan dengan baik. Suku-suku yang berperang satu sama lain menjadi bersatu sebagai saudara. Non-Muslim diikutsertakan oleh konstitusi Islam untuk menjadi warga negara dengan hak-haknya yang dilindungi oleh Muslim. Kaum Ansar membantu orang-orang yang hijrah dari Makkah, yakni kaum Muhajirin, seperti saudara. Negara Khilafah dengan cepat menjadi Negara terkemuka yang membawa cahaya di Semenanjung Arab, yang mulai membawa dakwah Islam ke seluruh dunia.

Kaum penentang dan kaum pesimis akan membuat kita berpikir bahwa hal seperti itu adalah tidak mungkin. Mereka jelas belum mempelajari Islam, atau mungkin mempelajari sejarah lainnya. Negara terkemuka di dunia pada saat ini, yakni Amerika Serikat lahir dari perang kemerdekaan—yang diikuti oleh Perang Saudara bahkan lebih getir.

Adalah tidak masuk akal bahwa orang-orang memberikan legitimasi kepada kekuatan eksternal yang mencoba untuk memaksakan solusi sekuler terhadap Timur Tengah ketika ‘Plan A’ (yakni Sykes Picot) telah terungkap. Namun, mereka tidak dapat melihat bahwa sistem Islam akan menawarkan solusi yang nyata untuk wilayah yang telah mengalami bencana sejak sistem Islam dilenyapkan dari kehidupan panggung politik beberapa dekade yang lalu.(Al/hti)

Rusuh Angkutan Umum, Pemerintah Zalim dan Biarkan Sesama Rakyat Bertarung

052737700_1458637045-20160322--Ribuan-Supir-Taksi-Serbu-Gedung-MPR-DPR-Jakarta--Johan-Tallo-06

Rusuh Angkutan Umum, Pemerintah Zalim dan Biarkan Sesama Rakyat Bertarung 


Akhirnya kekesalan supir taksi konvensional meledak. Akumulasi kesabaran yang sudah menumpuk lama tumpah pada hari Selasa kemarin (22/3). Kian sulitnya mendapatkan penumpang dan merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah akhirnya berujung pada aksi kerusuhan di beberapa tempat di Jakarta.

Persaingan antara angkutan umum konvensional — seperti taksi, bajaj, dll – dengan layanan angkutan umum online, sedari awal sudah berjalan tidak seimbang. Selain faktor permodalan, angkutan umum konvensional juga dibebat dengan UU No 22 tahun 2009. Dimana semua perusahaan jasa layanan angkutan umum terkena berbagai biaya tetek bengek seperti PPH badan, PPH pribadi, pajak transaksi, pajak keuntungan juga terkena biaya kir.

Berbagai aturan seperti ini justru tidak berlaku pada perusahaan jasa layanan angkutan umum berbasis online. Belum lagi area operasi angkutan umum konvensional terbatas, sedangkan yang berbasis online tidak ada batasnya. Maka seperti kata mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal persaingan ini tidak seimbang karena level playing field-nya memang beda.

Wajar saja bila kemudian tarif angkutan umum berbasis online menjadi jauh lebih murah, mengalahkan kompetitornya yang konvensional. Konsumen pun jadi berlimpah karena mereka memang mencari yang praktis dan murah. Terang saja angkutan umum konvensional kian keteteran. Ibarat kata, dua pelari diadu kecepatan lari tapi yang satu kakinya dirantai dan diberi bandul besi berat. Sudah pasti kalah.

Kejadian seperti ini menunjukkan pemerintah sedari dulu hingga kini terus mempraktekkan ekonomi kapitalisme-neoliberal, dimana rakyat dibiarkan bertarung di lapangan ekonomi dengan prinsip survival of the fittest. Yang kalah modal, kalah teknologi, kalah kuasa politik dibiarkan mati.

Dan faktanya persaingan itu seringkali berjalan tidak seimbang. Selalu ada keberpihakan pemerintah kepada pemodal kuat, apalagi asing.

Sama seperti yang dipakai dengan membiarkan menjamurnya mall-mall dan minimarket-minimarket di seantero Nusantara. Berdirinya mall-mall dan menelantarkan pasar tradisional akhirnya mematikan atau setidaknya membuat sekarat para pedagang di pasar tradisional yang notabene UKM dan rakyat jelata. Lalu menjamurnya minimarket yang bertebaran bebas nyaris tanpa regulasi hingga ke perkampungan sudah jelas mematikan warung-warung kecil. Ini bukan lagi persaingan pasar yang sehat.

Pada kasus kerusuhan angkutan umum kemarin, pemerintah bukan saja cuci tangan, tapi juga menyalahkan rakyatnya sendiri. Enteng pemerintah juga sebagian pakar menyalahkan pemilik angkutan umum yang kurang tanggap mengantisipasi kemajuan teknologi.

Padahal bukan di situ persoalannya. Problem utamanya justru pada regulasi yang dibuat pemerintah yang tidak berlaku adil pada semua pelaku usaha. Kelihatan jelas pemerintah selalu berpola kapitalistik dan berpihak pada pemilik modal kuat.

Sementara itu konsumen berpikir praktis dan ekonomis. Cari yang murah, aman dan nyaman. Mereka tidak tahu dan tidak mau tahu bahwa seringkali ongkos yang murah itu didapat dari keculasan pengusaha dan pemerintah kepada rakyatnya sendiri. Inilah kapitalisme-neoliberalisme.

Oleh: Iwan Januar, anggota Lajnah Siyasiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia
 
Copyright © 2007-2016 | publikaNews.com | Sesama berbagi berita
Etika Jurnalistik | Designed By Bang One