HJKB 2014

HJKB 2014

Berita Palestina

Pariwisata

QUOTE : Jadikanlah Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin


Kota Bandung Targetkan 152 Medali Emas di PORDA XII Kab Bekasi



​BANDUNG - Sebanyak 1.020 personil yang terdiri dari Atlet, Pelatih, dan Official akan memperkuat Kota Bandung pada kompetisi olahraga yang diselenggarakan empat tahun sekali ini. Kota Bandung akan mengirimkan sebanyak 48 cabang olahraga pada Porda XII/2014 di Kab. Bekasi.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil secara langsung melepas tim Kontingen Kota Bandung yang akan berlaga di Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat XII/2014 pada November mendatang di Trans Studio Bandung Jalan Gatot Subroto 289 Bandung, Kamis (30/10).

Mengawali acara pelepasan Kontingen ,Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana menegaskan dalam sambutannya bahwa pada Porda tahun 2014 ini Kota Bandung menargetkan untuk menjadi juara umum.

"Target yang di harapkan adalah dengan meraih 152 medali emas, karena dengan raihan tersebut kita bisa mewujudkan Bandung Juara di Porda 2014, " tegasnya

Selain itu Aan juga menyampaikan bahwa KONI (Komite Olah Raga Nasional Indonesia ) Kota Bandung telah mempersiapkan bonus serta reward bagi para atlet yang berprestasi.

"Kami juga sudah mempersiapkan berbagai fasilitas bagi para atlit agar dapat lebih termotivasi dalam berkompetisi ,selain itu akan ada bonus spontan yang akan diberikan langsung oleh official bagi atlet yang berprestasi," ujarnya.

Sementara itu pada saat yang sama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan berbagai reward bagi atlet yang berprestasi di Porda 2014 ini.

"sudah disiapkan bonus yang totalnya hingga sekitar 17 Milyar oleh Pemerintah Kota Bandung serta Beasiswa dan pekerjaan juga sedang diupayakan bagi para Atlet yang masih sekolah dan belum bekerja," paparnya.

Lebih lanjut Emil juga mengatakan pada para kontingen agar lebih Fokus dan pada pertandingan nanti , agar lebih konsentrasi saat melaksanakan lomba.

"Fokuskan semua perhatian pada saat berlomba dan jangan banyak memikirkan hal lain sehingga kita bisa menjadi Juara umum pada Porda 2014 ini," pungkasnya.

Acara pelepasan kontingen Kota Bandung ini diawali dengan iring-iringan atlet dan official menggunakan Bus Bandros dan beberapa bus pariwisata dari Plaza Balai Kota Bandung menuju Trans Studio Bandung. Disana atlet dan official diberikan suntikan motivasi sebelum berlaga di Porda XII/2014 mendatang.

Menutup acara Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan secara simbolis kartu Atley dan Jaket kepada perwakilan atlet dan official SebagaI simbol pengukuhan patriot olahraga dari Kota Bandung. (ly)
Kamis, Oktober 30, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

TKPK Kota Bandung kunjungi Kabupaten Sragen


​BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial beserta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Bandung, Dinas dan para Camat melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.
 

Kunjungan kerja TKPK Kota Bandung itu untuk meninjau pelaksanaan one stop service yang dilaksanakan Unit Pelayanan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (UPTPK) Kabupaten Sragen yang dinilai sangat baik.


Sebelum melakukan kunjungan lapangan, rombongan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto dan Kepala UPTPK, H. Suyadi, SKM. M.Kes di kantor Pemda Kab. Sragen, Jl. Raya Sukowati No. 225 Sragen, Kamis (30/10/2014).


Dikatakan Oded MD, "Kedatangan kami untuk melakukan studi komparasi penanggulangan kemiskinan yang telah lama kami dengar sangat baik kinerja penanganan kemiskinan, hingga kami pulang ke Bandung mempunyai oleh-oleh agar bagaimana kami lebih baik lagi untuk menanggulangi kemiskinan di Kota Bandung,".


Disambut baik, Sekda Sragen mengatakan Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Kabupaten Sragen adalah unit pelayanan publik yang berfungsi memberikan pelayanan dan penyaluran bantuan bagi masyarakat miskin satu pintu, "Orang miskin itu jangan dipersulit urusannya dengan harus kesana kemari untuk meminta bantuan, kita permudah pelayanannya dengan satu atap saja," ujarnya.


Dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala UPTPK Kabupaten Sragen, UPTPK ini merupakan inovasi pelayanan publik, sebelum berdirinya UPTPK program penanggulangan kemiskinan di Kab. Sragen dilaksanakan secara otonom di berbagai SKPD sesuai tupoksinya yang pada implementasinya memperpanjang birokrasi dan membutuhkan waktu, tenaga, biaya transportasi yang lebih besar.


"Sebelumnya sulit bagi masyarakat miskin melaksanakan tahapan-tahapan dan prosedur untuk menjangkau program pelayanan kemiskinan, juga selama ini terkendala dengan perbedaan data base kemiskinan antar SKPD dan BPS yang menyebabkan penanganan kemiskinan tidak dapat berjalan secara optimal,"


Lebih lanjut dikatakannya, "Namun kita lakukan inovasi dengan menyederhanakan pelayanan terhadap masyarakat miskin. Penanganan dan penanggulangan kemiskinan yang semula dilaksanakan oleh beberapa SKPD disatukan dalam suatu wadah yang representatif dan professional dengan membentuk UPTPK tersebut," Pungkas Suryadi. (LY)​
Kamis, Oktober 30, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Satu Lagi Dari Bandung : Caang Festival

BANDUNG - Bandung Caang Fest 2014 resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung,Yossi Irianto, Jumat  (17/10) sekitar pukul 13.45 wib. Kegiatan Caang Fest ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari, mulai 17-18 Oktober, dan kegiatan ini merupakan puncak peringatan hari jadi Kota Bandung ke-204.

Caang Fest untuk hari pertama diisi dengan kegiatan pembukaan bazaar kuliner dan pentas musik, sedangkan puncaknya pada hari sabtu, malam minggu, yaitu karnaval kendaraan hias, yang dimulai dari depan gedung sate dan berakhir di Plaza Balai Kota Bandung.

Kegiatan Bazaar kuliner sendiri, diikuti oleh 50 stand makanan dengan berbagai pilihan makanan nusantara. Selain bazar kuliner, caang fest juga diisi stand fashion.
Setelah membuka Caang Fest dengan memukul ketel, Yossi mengatakan bazar ini bertujuan untuk memperkenalkan industri kreatif Kota Bandung yang unggul, khususnya dalam bidang kuliner. Sekda merasa senang dengan antusiasme warga yang ingin berpartisipasi mengisi tenant bazar. Meski ia sedikit menyayangkan, Pemkot hanya mampu menyediakan 50 stan akibat terbatasnya ruang.

"Kita tidak ingin taman habis, tapi di sisi lain kita ingin berbagi rasa." katanya saat diwawancara usai mencicipi sejumlah menu makanan yang tersedia di bazar. Meski demikian ia optimis banyak pengunjung yang akan datang menikmati festival ini, tidak hanya warga bandung tetapi juga wisatawan lokal maupun mancanegara.
          
"Kita lihat turis-turis asing di Hotel sekitar sini (Balai Kota Bandung) sudah mulai berdatangan. Mereka pasti tertarik untuk datang," ujarnya.
         
Berkaitan dengan carnaval kendaraan hias yang akan digelar esok, panitia Bandung Caang Festival telah berkordinasi dengan Poltrestabes Bandung untuk membantu mengamankan sejumlah jalan yang menjadi rute carnaval. Sekitar 800 personil akan diturunkan untuk memastikan pelaksanaan carnaval dapat berjalan lancar.
           
"Carnaval akan berfokus di Jalan Merdeka," ujar Yanyan Wahdarimar selaku Ketua Panitia Pelaksana Bandung Caang Fest. Sedangkan rute carnaval akan bergerak dari Jl. Diponegoro, Jl. Sulanjana, Jl. Dago, Jl. Merdeka dan berakhir di Balai Kota Bandung.
          
Meski demikian jalan tidak akan sepenuhnya ditutup, melainkan diberlakukan sistem buka tutup. "Kalau carnavalnya sedang berjalan, kita tutup. Setelah itu akan kita buka kembali," tuturnya.

Kepala Polrestabes Bandung, Mashudi tidak bisa memperkirakan berapa jumlah volume kendaraan yang akan memenuhi ruas jalan khususnya sepanjang Jalan Merdeka besok malam. "Yang jelas Bandung setiap malam minggu memang padat turis, terutama dari jakarta." katanya.

Mashudi juga memohon maaf kepada masyarakat Bandung terkait dengan kemacetan yang akan terjadi sepanjang Bandung Caang Festival berlangsung.

Ia juga mengimbau masyarakat yang datang untuk tetap berhati-hati. "Nanti akan ramai, jangan sampai kecopetan," pesannya. (LY)
Selasa, Oktober 21, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

PEMKOT BANDUNG TERIMA HIBAH TRUK COMPACTOR SAMPAH

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menerima hibah 1 (satu) buah truk compactor sampah, bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT Mega Candra Pura Buana, Artha Graha. Bantuan diterima oleh Direktur Utama PD Kebersihan Cece H. Iskandar dan disaksikan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial pada acara apel pagi, di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa (14/10).

Seusai penyerahan dan melihat demo truk tersebut, Wali Kota Bandung, mengatan bahwa bantuan truk ini diharapkan mampu mendukung tercapainya target Kota Bandung untuk dapat meraih adipura pada tahun 2015.

"Target kita kan 2015 mendapat adipura, dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu tercapainya target tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mencapai target adipura tersebut ada upaya sosiologis dan teknologis. "Sosiologis bisa melalui program-program kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, seperti gerakan pungut sampah (GPS) setiap senin rabu dan jumat, hal ini untuk mengubah kebiasaan warga agar mau membuang sampah pada tempatnya," jelasnya.

Sedangkan untuk teknologis, menurut wali kota, di antaranya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah, memperbanyak fasilitas dan peralatan pengolah sampah, khususnya pengangkutan. "Compactor ini merupakan salah satu sisi teknologisnya," ucapnya.

M. Ridwan Kamil juga berharap penanganan sampah di Kota Bandung menjadi semakin membaik agar Bandung juara dalam kebersihan dan bebas banjir.

"Saya merasa senang dengan adanya partisipasi masyarakat, dan menghimbau pengusaha untuk dapat membantu Pemkot Banudng dalam mewujudkan Kota Bandung yang bersih dan bebas sampah," pungkasnya.

Senada dengan Wali Kota Bandung, Dirut PD Kebersihan juga turut mengapresiasi bantuan compactor tersebut, sehingga dapat menambah armada truk sampah yang ada saat ini. "Dengan adanya bantuan ini maka bertambah jumlah armada truk kita," ujarnya.

Compactor hibah tersebut apabila dirupiahkan nilainya menurut Cece mencapai sekitar 450 juta. dan truk tersebut, mampu memadatkan sampah sehingga daya angkutnya bisa lebih banyak daripada truk pengangkut sampah yang biasa.

Menurut Cece saat ini jumlah armada truk baru ada 111 buah, dan yang beroperasi hanya sekitar 96 unit, sedangkan kebutuhan untuk mengangkut sampah di Kota Bandung yang mencapai rata-rata 1.500 ton per hari, dibutuhkan sekitar 140 unit.

"Kita sedikitnya membutuhkan sekitar 140 unit truk pengangkut sampah, untuk dapat mengangkut sampah di Kota Bandung," pungkasnya. (*)
Selasa, Oktober 14, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

120 Peserta daro 20 Negara Dijamu Ridwan Kamil

BANDUNG - Sekitar 150 peserta Eksibisi Bonsai dan Suiseki dari 20 Negara di jamu Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Jl Dalem Kaum, Senin Malam (13/10/2014). 

Peserta eksibisi tersebut terdiri dari penggemar, kolektor dan petani bonsai yang sengaja datang dari berbagai negara untuk mengikuti Grand Indonesian Bonsai & Suiseki Exhibition 2014, The Biggest Bonsai Event in Indonesia, dari tanggal 11 sampai 19 oktober nanti, di Bale Pare Kota Baru Parahyangan. 

Ke-20 negara tersebut di antaranya, Jepang, Taiwan, Amerika Serikat, Puoto Rico, Malaysia, Singapura, Hongkong, Vietman, Australia, India, Korea Selatan, Thailand dan Belanda.  

Ridwan menyambut baik kedatangan para tamu tersebut, ia berharap kedatangan para tamu internasional di Kota Bandung meninggalkan kesan yang tidak terlupakan.

"Selain sebagai kota kuliner dan kota turis terbanyak, Kota Bandung disenangi karena cuacanya yang sejuk, ini menjadikan Kota Bandung tempat lahirnya para seniman, Seni sangat dihargai dan dinilai tinggi pada masyarakat maju, di balik seni bonsai dan suiseki ada nilai-nilai estetika dan filosofi yang kuat,".

Bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) memperingati  ulang tahunnya ke-35 memamerkan sekitar 500 tanaman bonsai terbaik dan 200 seni batu dari Jepang 'Suiseki' untuk di lombakan.

Dikatakan Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Nico Lumanau, "Bersaing dengan Kota Bali, kita dipercaya oleh organisasi pecinta bonsai dijadikan tuan rumah. Semoga ini menjadi daya tarik wisatawan lebih banyak datang ke Kota Bandung," ujarnya.

Adanya kegiatan ini dikatakan Nico akan mendatangkan devisa bagi Kota Bandung, "Efek jangka panjangnya, wisatawan luar negeri yang telah datang akan berkesan dan datang kembali ke Kota Bandung,"

Hal senada juga disampaikan ketua pelaksana PPBI pusat, Suroso, "Eksibisi bonsai dan suiseki terbesar di Indonesia ini hanya diikuti oleh para penggemar dan kolektor saja, ini sengaja agar perputaran ekonomi terus berputar agar para peserta kontes membeli dari para petani bonsai, bahkan sebuah bonsai ada yang harganya mencapai seratus juta lebih," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, "Meski seni bonsai memang belum populer di Indonesia, namun penggemarnya terus bertambah, bahkan sejak didirikan asosiasi ini tahun 1979 hingga sekarang telah menjadi 135 cabang dengan ribuan anggota, ini menunjukan perkembangan penggemar di indonesia sangat luar biasa. (LY)
Selasa, Oktober 14, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Berpisah Dari Ciamis, Pangandaran Belum Banyak Berubah

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9894.jpg

PANGANDARAN – Setelah berpisah dari Kabupaten Ciamis, objek wisata laut pantai Pangandaran belum nampak ada perubahan signifikan. Pantauan di pantai Pangandaran, Minggu (12/10).
 
Belum nampak ada penataan yang lebih baik. Agus Heri (42) salah seorang pengunjung asal Bandung mengatakan, belum terasa perubahan apa-apa.

"Rasanya belum terasa perubahan apa-apa ya, Pangandaran masih seperti begini saja. Saya sudah berkali-kali ke sini, tidak ada perubahan yang signifikan. Belum ada penataan yang lebih baik" katanya.

Agus menuturkan, setelah tsunami Pangandaran 2006, pedangan dilarang berjualan di tepi pantai, tetapi saat ini tepi pantai Pangandaran sudah padat kembali oleh pedagang.

"Setahu Saya sempat dilarang kan jualan di tepi pantai setelah kejadian tsunami itu, tapi coba saja lihat sekarang sudah penuh lagi dengan pedagang, jadi mengurangi keindahan pantai" ujarnya.

Namun Agus dan beberapa pengunjung yang lain mengakui kalau aksesibilitas atau infrastruktur jalan sudah lebih baik dari sebelumnya. Para pengunjung lain yang sempat ditemui jabarprov.go.id berharap pemerintahan baru yang otonom nanti mampu menata Pangandaran menjadi lebih tertib, bersih, aman dan lebih indah.(Ly/Jbr)
Selasa, Oktober 14, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Wakil Bupati Cianjur : Jiwa Sosial Perlu Ditingkatkan

CIANJUR - Saat ini begitu sangat mengerikan ketika kita hanya berpangku tangan pada ego masing-masing tanpa mempunyai rasa kepedulian serta tipisnya jiwa tolong-menolong disaat seseorang disekitar kita sangat mengalami bencana atau kecelakaan. Dengan mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan Temu Karya, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur ditingkat provinsi ini, kontingen kita mampu
menunjukkan bagaimana cara mengimplementasikan manajemen bencana dan teori-teori keilmuan yang baik dan benar pada ajang tersebut serta
diharapkan dapat memberikan citra yang baik kabupaten cianjur dimata
jawa barat khususnya.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Cianjur dr. H. Suranto, MM., saat
melepas kontingen Jumbara PMI Cianjur dari halaman pemkab cianjur guna mengikuti kegiatan Jumbara dan Temu Karya  PMI tingkat provinsi Jawa Barat 2014 yang digelar di Lapangan Katapang Doyong , jalan Pacuan  Kuda kabupaten Pangandaran mulai tanggal 13 sampai 17 Oktober 2014.

Lanjutnya, ini menjadi momen yang bagus memperkaya khasanah jiwa
sosial anak-anak pelajar sekolah serta karyawan dalam mencerminkan
generasi yang berguna bagi bangsa disaat terkikisnya jiwa sosial oleh
degradasi moral. Perlu kita waspada bahwa disaat bencana dan
kecelakaan yang kita temui dapat segera membantu dengan sumber daya
manusia yang pintar, kuat serta tangguh.

"Sebanyak 75 relawan yang masuk dalam kontingen PMI cianjur akan
mengikuti ajang yang dilaksanakan 4 tahunan tersebut bertujuan untuk
meningkatkan manajemen dan kepemimpinan SDM PMI untuk mendukung
kapasitas organisasi PMI dan pelayanan untuk masyarakat," kata ketua
kontingen H. Rudi Syachdiar, SH., dalam laporan panitia.

Masih dalam laporan panitia, para relawan yang tergabung dalam Palang
Merah Remaja PMI Cianjur diantaranya berasal dari pelajar sekolah
dasar, smp, smu, karyawan dari beberapa dinas pemkab cianjur, rsud dan
dari kantor kemenag cianjur. Mereka yang tergabung dalam   kontingen
PMI tersebut merupakan perwakilan dari pengurus, staf markas, anggota
Korps Sukarela (KRS), Tenaga Sukarela (TSR), Donor Darah Surarela
(DDS) dan Palang Merah Remaja (PMR)  tingkat muda, madya dan wira yang  akan mengikuti Jumbara dan Temu Karya PMI, pungkasnya.

Acara pelepasan kontingen di akhiri dengan pemakaian jaket kontingen
secara simbolis kepada dua relawan pelajar yang dilakukan oleh wakil
bupati cianjur didampingi ketua kontingen sekaligus memberikan ucapan
selamat mengikuti Jumbara dan Temu Karya. (lY)
Jumat, Oktober 10, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...