PENDAFTARAN ONLINE SBMPTN 2015 AKAN DIBUKA PADA TANGGAL 11 Mei 2015 PUKUL 08.00 WIB DAN DITUTUP PADA TANGGAL 29 MEI 2015 PUKUL 22.00 WIB. JANGAN SAMPAI KETINGGALAN!!!

Terbaru

Tips Muslim

Khilafah Tegak, Kerjasama Militernya akan Seperti Ini

Kerja Sama Militer Dalam Negara Khilafah

Kerja sama militer adalah kesepakatan-kesepakatan yang ditandatangani oleh dua atau lebih negara dalam bidang militer yang cakupannya meliputi butir-butir perjanjian yang telah disepakati. Misalnya, kedua negara terikat untuk saling memberikan bantuan militer, jika salah satu negara yang mengikat perjanjian tersebut diperangi oleh negara lain, atau memerangi negara lain.

Kerja sama ini kadang berupa pertukaran informasi, strategi, pelatihan militer, pertukaran pasukan, peralatan perang, dan lain sebagainya. Namun, kadang kerja sama ini bersifat menyeluruh, yakni melibatkan seluruh negara yang turut menandatangani perjanjian tersebut, atau kadang hanya melibatkan beberapa negara yang terikat dengan perjanjian tersebut.

Kondisi seperti ini terjadi, jika salah satu negara yang mengikat perjanjian tersebut diserang oleh negara lain. Dalam kondisi seperti ini, kadang seluruh negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut diwajibkan untuk membantu negara yang diserang musuh, baik dalam bentuk mengirimkan pasukan, meminjamkan peralatan militer, memberikan bantuan konsultasi, dan lain sebagainya.  

Namun, kadang tidak semua negara yang terlibat di dalam perjanjian tersebut melibatkan diri dalam pertikaian tersebut secara langsung, tetapi mereka bermusyawarah untuk memutuskan apakah turut mengumumkan perang terhadap negara agresor atau tidak.

Keputusan untuk mengumumkan perang terhadap negara yang menyerang salah satu negara yang turut menandatangani kerja sama militer tersebut didasarkan pada kepentingan masing-masing negara yang ikut menandatangani perjanjian tersebut.   Hanya saja, semua bentuk kerja sama militer ini mengharuskan setiap negara yang ikut menandatangani perjanjian itu untuk memberikan bantuan secara militer kepada salah satu anggota yang diserang musuh.

Pada dasarnya, kerja sama militer seperti ini jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam, dan sama sekali tidak mengikat umat Islam walaupun khalifah telah menandatangani perjanjian tersebut.  Karena kerja sama militer seperti ini menjadikan kaum Muslim berperang di bawah kepemimpinan orang kafir, dan di bawah bendera kufur.   Selain itu, kerja sama militer seperti ini telah menjadikan kaum Muslim berperang untuk melanggengkan eksistensi kaum negara kufur (negara kufur).  Semuanya ini merupakan tindakan yang diharamkan.

Seorang Muslim tidak boleh berperang, kecuali di bawah kepemimpinan kaum Muslim, dan di bawah bendera (panji) Islam.  Imam Ahmad dan Nasai telah menuturkan sebuah hadits dari Anas, bahwa dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah kalian meminta penerangan dari api kaum Musyrik' Maksud hadits ini adalah, "Janganlah kamu menjadikan api kaum Musyrik untuk menerangi kalian."  Api di sini merupakan bentuk "kinayah" [kiasan] dari peperangan.   Orang-orang Arab Jahiliyyah telah menggunakan ungkapan ini untuk meminta bantuan militer kepada kaum yang telah menjalin pakta militer dengan mereka.  Karena itu,  hadits ini sebenarnya melarang kaum Muslim berperang bersama kaum Musyrik dan menggunakan panji mereka.

KEBIJAKAN KHILAFAH
Berdasarkan fakta dan hukum kerja sama militer di atas, maka bisa disimpulkan, bahwa hukum asal kerja sama militer antara negara khilafah dengan negara kafir, secara mutlak haram. Ketika, negara kafir tersebut sebagai negara, dengan bendera dan posisinya sama-sama kuat dengan negara khilafah. Namun, jika negara kafir tersebut tunduk di bawah kepemimpinan dan bendera negara khilafah, di mana posisi khilafah kuat, sementara negara kafir tersebut lemah, sehingga meminta bantuan kepada Negara Khilafah, maka kerja sama seperti ini, menurut Dr Muhammad Khair Haikal, dalam kitabnya, al-Jihad wa al-Qital, hukumnya boleh.

Alasannya, karena Nabi SAW pernah menerima Bani Khuza'ah sebagai sekutu, setelah Perjanjian Hudaibiyyah, dan mengumumkan perang melawan kaum Kafir Quraisy, ketika Bani Bakar sekutu Quraisy menyerang Bani Khuza'ah. Dalam teks Perjanjian Hudaibiyyah disebutkan, intinya "Siapa saja yang ingin bergabung dalam akad dan perjanjian Rasulullah, maka dipersilakan. Siapa saja yang ingin bergabung dalam akad dan perjanjian kaum Quraisy, maka dipersilakan."

Posisi Negara Islam dan kaum kafir Quraisy di sini jelas sama, sementara Bani Khuza'ah dan Bakar, posisinya berada di bawah keduanya. Ini bisa dijadikan dasar, bahwa ketika negara khilafah lebih kuat, sekaligus memimpin dengan kepemimpinan dan benderanya, maka entitas lain yang hendak bergabung dengan khilafah diperbolehkan. Kerja sama dengan Bani Khuza'ah ini juga dimanfaatkan oleh Nabi SAW untuk menjadi alasan menyerang Quraisy. Inilah yang menjadi alasan Penaklukan Kota Makkah, tahun 8 H.

Namun, jika posisi negara khilafah lemah, atau setidaknya sama dengan negara kafir, terikat dengan kepemimpinan dan bendera mereka, atau setidaknya sama, maka kerja sama militer seperti ini termasuk dalam larangan di atas. Selain itu, kerja sama seperti ini juga bisa membahayakan negara khilafah. Inilah yang terjadi, ketika Khilafah 'Utsmaniyyah mengikatkan diri dengan Jerman dalam kerja sama militer saat Perang Dunia I. Akibatnya, ketika Jerman kalah perang, maka Khilafah 'Utsmaniyyah pun terkena imbasnya.

Karena itu, selain fakta kuat dan lemahnya negara mkhilafah ketika mengadakan kerja sama militer ini, Dr. Muhammad Khair Haikal juga menggunakan kaidah, "La dharar wa la dhirar fi al-Islam" [Tidak boleh ada sesuatu yang berbahaya dan membayakan dalam Islam] sebagai patokan. Jika kerja sama ini bisa membahayakan, atau mengantarkan negara khilafah dalam bahaya, maka kerja sama seperti ini haram. Contoh terbaik dalam kasus ini adalah Perjanjian AS-Uni Soviet tahun 1961. Dampak dari perjanjian ini, perang dingin memang berakhir, tetapi setelah Uni Soviet mulai lemah, AS mengubah kebijakannya terhadap Uni Soviet.

KESIMPULAN
Dengan demikian, hubungan kerja sama militer antara negara khilafah dan negara kafir, bisa disimpulkan sebagai berikut:
1.Hukum asal kerja sama militer negara khilafah dengan negara kafir, sebagai dua institusi negara, tidak boleh [haram].
2.Negara khilafah juga tidak boleh meminta bantuan militer kepada negara kafir, sebagai sebuah negara. Namun, diperbolehkan meminta atau mendapat bantuan dari individu rakyat negara kafir, bukan sebagai negara [institusi].
3.Negara Khilafah boleh melakukan kerja sama militer dengan negara kafir, sebagai sebuah negara, dengan syarat kepemimpinan dan bendera di tangan negara khilafah. Posisi negara khilafah juga lebih kuat dibanding negara kafir. Dengan syarat, kerja sama militer tersebut tidak membahayakan atau menimbulkan bahaya bagi negara khilafah.
4.Jika kerja sama militer negara khilafah dengan negara kafir yang kepemimpinan dan benderanya di tangan negara khilafah tersebut bisa membahayakan atau menimbulkan bahaya bagi negara khilafah, maka hukumnya haram. (hti/publikaNews)

Oleh: Hafidz Abdurrahman
Minggu, April 19, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Rencana Zionis Bangun 56 Unit Permukiman Baru di Al-Quds

Rencana Zionis Bangun 56 Unit Permukiman Baru di Al-Quds

AL-QUDS – Cool Hanger sebuah tabloid berbahasa Ibrani hari ini melansir sebuah laporan tentang rencana badan pertanahan Israel yang menunjuk salah satu perusahaan Zionis untuk membuat satu rencana pembangunan unit permukiman yang baru di wilayah Nabi Yakub, sebelah utara Al-Quds.

Disebutkan Penjajah Israel berencana membangun 56 unit permukiman baru dengan pemenang tender sebuah perusahaan Novi Yakob yang akan membangun 20 unite permukiman rumah tinggal di wilayah Nabi Yakup, Al-Quds.

Belum ada kejelasan dari perusahaan ini, tentang ke 36 unit lainya.  Permukiman Nabi Yakub terletak di bagian utara Al-Quds terjajah yang dihuni sekitar 25 ribu pemukim Israel. (Infopalestina.com/publikaNews)

Minggu, April 19, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Dr Nabil Khattab: 70 Persen Muslimah Inggris Hadapi Diskriminasi di Tempat Kerja

PENELITIAN di Inggris menyebutkan, wanita muslimah ternyata menghadapi perlakuan dideskriminasi di tempat kerjanya dibandingkan wanita Kristen kulit putih, meskipun mereka memiliki kualifikasi dan kemampuan bahasa yang sama.

Menurut Dr Nabil Khattab, peneliti di Universitas Bristol, pada konferensi tahunan British Sociological Association Inggris di Glasgow, Sabtu (18/4), sekitar 70 persen Muslimah Inggris dinilai gagal dalam bekerja, Muslim Village melaporkan.

Dr. Khattab menganalisis sampel 2.643 dari survei Angkatan Kerja Nasional, untuk membandingkan tingkat mereka yang bekerja tanpa hasil. Sampel untuk membandingkan wanita dengan tingkat pendidikan dan bahasa kemampuan yang sama, hubungannya dengan status perkawinan, jumlah anak dan keyakinan agama.

Dia menyimpulkan, bahwa wanita Muslimah 71 persen lebih menjadi pengangguran dibandingkan perempuan Kristen kulit putih, meskipun mereka memiliki tingkat keterampilan dan bahasa pendidikan yang sama.

Sementara wanita Hindu, 57 persen lebih menjadi pengangguran dibandingkan wanita Kristen kulit putih.

"Mereka mengenakan jilbab atau simbol-simbol agama, yang membuat mereka lebih terlihat, dan dengan demikian terkena deskriminasi yang lebih besar," ujarnya.

Survei Angkatan Kerja Nasional baru-baru ini juga menunjukkan, tingkat pengangguran di kalangan wanita Muslimah adalah 18 persen, dibandingkan dengan 9 persen untuk perempuan Hindu, dan 4 persen untuk perempuan Kristen kulit putih.

"Kegiatan ekonomi di kalangan wanita Muslimah di Inggris jauh lebih rendah daripada kelompok mayoritas," kata Dr. Khattab.

Dia menambahkan bahwa kejelasan dari latar belakang agama perempuan Muslimah kemungkinan menjadi faktor kunci dalam menjelaskan pengecualian mereka.

Hal ini sebelumnya telah dikaitkan dengan wanita Muslimah yang berpendidikan kurang baik dan kurang fasih berbahasa Inggris. Tetapi Khattab mengatakan data itu menunjukkan perbedaan tersebut kemungkinan oleh deskriminasi majikan.(mina/publikaNews)
Minggu, April 19, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Anti Muslim di Perancis Capai angka 500%

TINDAKAN Anti-Muslim di Perancis sepanjang empat bulan tahun 2015, mencapai angka tinggi hingga 500 persen, menurut Kepala Observatorium Nasional Perancis melawan Islamophobia.

Abdallah Zekri, kepala Observatorium mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan anti-Muslim meningkat 500 persen, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011.

"Sejak berdirinya Observatorium tahun 2011, tidak pernah ada tindakan Islamofobia seperti ancaman, terutama pada jaringan sosial," kata Zekri, laporan World Bulletin.

Zekri menyatakan ada sejumlah 222 tindakan anti-Muslim sepanjang 2015, terdiri dari 56 serangan dan 166 ancaman. Sementara tindakan serupa berjumlah 37 aksi pada tahun 2014, ini artinya naik 500 persen, katanya.

Zekri menambahkan, jumlah tindakan anti-Muslim pada Januari 2015, mencapai 178.
Dia menjelaskan bahwa peningkatan tersebut antara lain terjadi berkaitan dengan serangan mematikan di kantor majalah satir Perancis Charlie Hebdo pada 7 Januari lalu, diikuti dengan situasi penyanderaan di sebuah supermarket halal dua hari kemudian, yang mengakibatkan 17 orang tewas.

"Kejahatan-kejahatan mengerikan dan menakutkan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun, yang dapat mengakibatkan peningkatan kebencian atau dendam terhadap Muslim di Perancis," tegas Zekri.

Padahal menurutnya, umat Muslim Perancis tidak bertanggung jawab dan tidak bersalah, serta tidak terlibat dalam melakukan aksi-aksi teroris yang menghancurkan negara.

Zekri mengatakan, serangan terhadap pria dan wanita Muslim umumnya terjadi di tempat-tempat umum, di kendaraan, dan dalam beberapa kasus ibu hamil.

Dia juga mengatakan, dalam kasus-kasus tertentu, menargetkan tempat-tempat ibadah, dengan menggunakan granat dan senjata api.

"Ini termasuk rasisme, penolakan terhadap pria dan wanita Muslim terhormat," papar Zekri.

Ia mempertanyakan dan menyayangkan, mana motto Perancis Liberty (Kebebasan ), Equality (Kesetaraan), Fraternity (Persaudaraan).

Zekri melanjutkan, ia mengecam para pemimpin politik yang tetap diam dalam menghadapi tindakan anti-Muslim di negaranya .

"Semua perlakuan terjadi tanpa ada reaksi dari politisi, mereka bukannya mengecam atau mencoba untuk menemukan alasan," katanya.

Ia juga mengatakan, diamnya politisi seperti itu justru dapat menimbulkan radikalisasi dan mendorong pemuda untuk bergabung dengan kelompok ekstrimis dan teroris.

"Tidak mengherankan bahwa orang-orang muda, merasa tersisihkan, terpinggirkan dan dituduh segala kejahatan, merasa dianggap radikal, mengingat bahwa mereka tidak memiliki masa depan di negeri ini," Zekri menyimpulkan, (mina/publikanews)
Minggu, April 19, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Wahai Para Penguasa Dzalim, Hukuman mu adalah Neraka

Ancaman Mengerikan bagi Pelaku Kezaliman

BERBUAT zalim atau lalim terhadap orang lain saat ini begitu mudah dilakukan oleh sebagian orang. Pelaku kezaliman yang paling menonjol adalah para penguasa terhadap rakyatnya.

Di tengah-tengah ragam kesulitan dan himpitan hidup yang dialami rakyat, mereka dengan seenaknya menaikkan harga-harga (BBM, gas, tarif listrik, dll), meningkatkan pungutan berupa pajak yang makin memberatkan, memaksa rakyat untuk ikut program asuransi atas nama BPJS, menyerahkan kekayaan milik rakyat kepada pihak swasa dan asing atas nama privatisasi, dll.

Mereka seolah abai terhadap ancaman yang mengerikan di akhirat bagi pelaku kezaliman. Padahal Allah SWT telah berfirman (yang artinya): Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang menzalimi manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa mengindahkan kebenaran. Mereka itu bakal merasakan azab yang amat pedih (TQS asy-Syura [42]: 42).

Para pelaku kezaliman seolah lupa, bahwa Allah SWT selalu mengawasi perilaku mereka. Lalu mengapa Allah SWT seolah membiarkan kezaliman mereka? Tidak lain karena Allah SWT menunda siksaan atas mereka di akhirat nanti. Allah SWT berfirman (yang artinya): Janganlah engkau mengira Allah lengah terhadap apa yang dilakukan oleh orang-orang zalim.

Sesungguhnya Allah hanya menangguhkan siksaan atas mereka hingga tibanya hari yang pada waktu itu mata-mata mereka terbelalak. Saat itu mereka datang tergesa-gesa dengan mengangkat kepala mereka, sementara mata mereka tidak berkedip dan kalbu mereka kosong (TQS Ibrahim [14]: 42-43).

Saat ini para pelaku kezaliman mungkin bisa selamat dari azab Allah SWT dan merasa bebas melakukan ragam kezaliman. Namun, mereka harus sadar, bahwa di akhirat baru mereka akan merasakan siksaan yang amat mengerikan, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): Kelak orang-orang zalim itu akan tahu ke mana mereka akan dikembalikan (TQS asy-Syu'ara [26] 227).

Sementara itu, baginda Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menipu kami bukanlah termasuk golongan kami." (HR Muslim, Ibn Majah dan Ahmad).

Rasul SAW memberitakan acaman kepada para pelaku kezaliman. Beliau bersabda, "Kezaliman (di dunia) akan berubah menjadi kegelapan (bagi pelakunya) pada Hari Kiamat nanti." (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Ahmad).

Rasul SAW juga mengingatkan, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dia pimpin." (HR al-Bukhari, Muslim Abu Daqud, at-Tirmidzi dan Ahmad).

Bahkan Rasul SAW menyampaikan ancaman berupa azab neraka bagi pemimpin mana saja yang melakukan kezaliman, "Pemimpin mana saja yang dimintai untuk mengrus rakyat, sementara dia menipu rakyatnya, maka kelak dia dimasukkan ke dalam neraka." (HR Ahmad).

Pelaku kezaliman jelas tidak akan masuk surga, Rasul SAW bersabda, "Siapa saja yang telah Allah jadikan pemimpin, lalu dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, maka surga Allah haramkan atas dirinya." (HR al-Bukhari).

Baliau pun bersabda, "Tidaklah sepuluh orang penguasa kecuali mereka akan datang pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan tangan mereka dibelenggu ke lehernya. Boleh jadi keadilan mereka (di dunia) membebaskan diri mereka. Boleh jadi pula kezaliman mereka (di dunia) menjadikan mereka tetap dalam keadaan seperti itu." (HR Ahmad).

Yang tak kalah mengerikan, Rasulullah secara khusus mendoakan keburukan atas para penguasa yang zalim. Doa Rasul SAW tentu saja pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Beliau berdoa, "Ya Allah, siapa saja yang mengelola urusan apapun dari urusan umat ini, lalu dia bersikap lembut kepada mereka, maka perlakukanlah dia dengan lembut; tetapi jika dia bersikap membebani mereka, maka bebanilah dia." (HR Muslim dan Ahmad).

Rasul pun menyampaikan ancamannya, "Siapa saja yang mengurusi satu urusan kaum Muslim, lalu dia tidak memenuhi kebutuhan, hajat dan keperluan mereka, maka Allah pun tidak akan memenuhi kebutuhan, hajat dan keperluan dia (di akhirat kelak)." (HR Abu Dawud, al-Hakim dan ath-Thabrani).

Di dalam kitab Al-Kaba'ir, Adz-Dzahabi juga menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ada dua golongan manusia dari kalangan umatku yang tidak akan pernah mendapatkan syafaatku, yakni penguasa zalim yang menipu (rakyatnya) dan berlebih-lebihan dalam agama."

Rasul SAW pun bersabda, "Manusia yang akan mendapatkan azab yang paling keras pada Hari Kiamat adalah penguasa yang zalim." (Adz-Dzahabi, Al-Kaba'ir, I/25).

Bagaimana sikap kita? Jelas, kita tidak boleh membiarkan para penguasa zalim seperti ini. Jika kita membiarkan mereka, kita pun diancam oleh Rasul SAW. Beliau bersabda, "Akan ada para penguasa yang fasik dan zalim. Siapa saja yang membiarkan kedustaan mereka dan membantu kezaliman mereka, dia bukanlah termasuk golonganku dan aku pun bukan termasuk golongan dia." (HR an-Nasa'i dan Ahmad). (hti/publikaNews.com)
Sabtu, April 18, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Ikuti Lomba Karya Jurnalistik TMMD-TNI AD Ke-94

Lomba Karya Jurnalistik TMMD Ke-94 TA. 2015

SEBAGAI upaya transformasi informasi kepada publik tentang kegiatan TMMD, TNI AD mengadakan lomba Karya Jurnalistik TMMD, peserta para jurnalis/wartawan media cetak/online maupun media elektronik Nasional dan Daerah serta para Dandim/Dansatgas.

Waktu pelaksanaan lomba dilaksanakan dua kali dalam setahun sesuai dengan pelaksanaan kegiatan TMMD dengan dua tahap :
a. Tahap I, Pembukaan lomba pada awal bulan April 2015 (Pada Rakornis TMMD ke 94 TA 2015). Penilaian lomba dimulai pada awal bulan April s.d. awal bulan Juli 2015.
Penyerahan hadiah lomba dilaksanakan pada bulan September 2015 saat pelaksanaan Rakornis TMMD ke 95 TA 2015 oleh Kasad.

b. Tahap II, Pembukaan lomba pada awal bulan September 2015 (Pada Rakornis TMMD ke 95 TA 2015). Penilaian Lomba dimulai pada awal bulan September s.d. akhir bulan November 2015. Penyerahan hadiah lomba dilaksanakan pada bulan Desember 2015 saat pelaksanaan Rapat Paripurna TMMD ke 36 TA 2015 oleh Panglima TNI/Kasad.

BATAS WAKTU PENGIRIMAN :
a. Tahap I, hasil karya jurnalistik dapat dikirim ke panitia pusat dari mulai pelaksanaan TMMD pada awal bulan April 2015 hingga akhir bulan Juli 2015.
b. Tahap II, hasil karya jurnalistik dapat dikirim ke panitia pusat dari mulai pelaksanaan TMMD pada bulan September hingga akhir bulan November 2015.

Hasil karya jurnalistik yang sudah dimuat di media massa baik televisi, cetak dan online (bukan blog pribadi) dikirim melalui Kodim setempat atau dapat dikirim langsung ke koordinator lomba jurnalistik TMMD, dengan disertakan nama/alamat/media dan Nomor HP Peserta ke alamat Dispenad-Mabesad Jl. Veteran No. 5 Jakarta Pusat dengan no telp. (021) 3456838 (Staf Penum), email penum51@ gmail.com, Fax (021) 3848300, dalam bentuk hard copy (DVD, kliping dan untuk online disertakan Link media yang memuat).

Hadiah Lomba Karya Jurnalistik TMMD berupa Uang Tunai, Trophy dan piagam.

a. Wartawan media elektronik televisi Nasional maupun daerah:
1) Juara satu : Rp. 12.500.000,-
2) Juara dua : Rp. 10.000.000,-
3) Juara tiga : Rp. 7.500.000,-

b. Wartawan media cetak/Online Nasional/Daerah:
1) Juara satu : Rp.10.000.000,-
2) Juara dua : Rp. 7.500.000,-
3) Juara tiga : Rp. 5.000.000,-

c. Para Dandim/ Dansatgas:
1) Juara satu : Rp.10.000.000,-
2) Juara dua : Rp. 7.500.000,-
3) Juara tiga : Rp. 5.000.000,-

Pembuatan/penulisan karya jurnalistik harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan:
TEMA :
a. "Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Guna Memperkokoh Kemanunggalan TNI Rakyat"
b. "Membangkitkan Semangat Gotong Royong Guna Memperkokoh Kemanunggalan TNI Rakyat"
(Dispenad/publikaNews.com)
Sabtu, April 18, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Selamatkan Tawanan Palestina!

Sejumlah Foto Tawanan Sakit Dipajang di Makam Syuhada

GAZA – Seorang mantan tawanan, Yusri El-Mishri masih menderita akibat diabaikannya hak-hak tawanan di dalam penjara Israel. Fotonya ditancapkan di atas tanah, sebagai symbol ia dalam posisi hampir mati, ditengah sikap diam internasional.

Basel El-Mishri mengatakan, saudaranya menderita berbagai penyakit di sejak beberapa tahun.

Kepada pusat Infopalestina El-Mishri mengisyaratkan, Israel senantiasa mengabaikan kondisi kesehatan tawanan hingga menderita berbagai penyakit kronis, seperti terjadi pada saudaranya yang menderita kanker teroid hingga kurus kering dan susah makan. Karena tak kunjung diobati ia juga menderita masalah di limpanya.

Makanya, El-Mishri bersama sejumlah kader dan pimpinan Front Kemerdekaan Rakyat Palestina ikut dalam aksi solidaritas tawanan yang diadakan di makam para syuhada di Gaza, Sabtu (18/4).

Seruan Untuk Selamatkan Tawanan
Dalam acara tersebut, Hani Tsawabit, anggota komite pusat Front Rakyat menegaskan, acara ini diadakan untuk menyampaikan pesan dari para tawanan Palestina di penjara Zionis kepada dunia yang hingga kini masih membisu terhadap penderitaan tawanan.

Disamping menyampaikan pada Infopalestina bahwa kebijakan mereka tidak bisa didiamkan terlalu lama.
Ia juga menyerukan sejumlah pimpinan Palestina  untuk bergerak cepat menyelematkan para tawanan, terutama mereka yang sedang mengalami berbagai penyakit. Ia juga menyerukan agar memanfaatkan posisi Palestina sebagai anggota ICC pengadilan pidana internasional utuk menyelematkan para tawanan dari kejahatan Zionis.

( Infopalestina.com/publikaNews.com)
Sabtu, April 18, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

MUI: Pendidikan Di Indonesia Kering Akhlak

KETUA Komisi Bidang Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas merasa sangat prihatin atas kejadian memalukan yang dilakukan oleh puluhan pelajar di Kabupaten Kendal.

Pasalnya, sebagaimana yang diberitakan beberapa media massa, puluhan pelajar terjaring razia satuan polisi pamong praja (Satpol PP) saat hendak melakukan pesta seks di kawasan pantai Muara Kencan, Desa Pidodowetan, Kecamatan Patebon, Kendal, Kamis (16/04/2015) lalu.

Saat dirazia, di antara mereka ada yang tak mengenakan sehelai benang pun alias telanjang. Tidak menutup kemungkinan para pelajar itu sudah melakukan persetubuhan.

Sebagaimana dilansir JPNN salah satu pelajar yang ikut terjaring razia, sebut saja Luluk (18), warga Gondang Kecamatan Cepiring, mengaku hanya diajak pacarnya. Ia justru tak menyangka jika ternyata ada razia oleh Satpol PP.

"Peristiwa tersebut betul-betul memprihatinkan. Perbuatan itu sudah jelas salah," kata Anwar kepada  hidayatullah.com, Sabtu (18/04/2015).

Namun, menurut Anwar, kesalahan  tersebut tidak bisa hanya ditimpakan kepada puluhan pejalar itu. Sebab, lanjutnya, itu juga adalah kesalahan dari orangtua, keluarga, masyarakat, guru serta pemerintah.

"Pendidikan kita saat ini kering dari nilai dan akhlaq, yang diajarkan hanya ilmu dan pengetahuan," ungkap Anwar.
Lebih lanjut lagi, Anwar mengatakan, saat ini pihak orangtua kebanyakan tidak mendidik anak-anaknya dengan akhlak.

Sementara, di sekolah masalah akhlak meski sudah diajarkan, tetapi pelajaran yang mereka dapat dari kehidupan sehari-hari sangat jauh berbeda dengan yang mereka terima dari sekolah.

"Mereka melihat dari sinetron dan dari internet hal-hal yang tidak baik dan tidak benar sehingga terjadilah penipisan iman dan menebalah dalam diri sikap-sikap yang tidak terpuji dan terjadilah hal-hal yang tak diinginkan tersebut," ungkap Anwar.

Untuk itu ke depan, bagi kebaikan generasi mendatang dan terciptanya keluarga yang berakhlak, Anwar menyarankan supaya tidak hanya menyerahkan masalah pendidikan para generasi muda kepada sekolah tetapi juga bagaimana dapat memfungsikan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dan utama.

"Kemudian bagaimana masyarakat bisa berperan aktif dalam memberikan pendidikan kepada mereka dengan fungsionalisasi masjid dan mushola serta tempat-tempat peribadatan dan karang taruna," imbuh Anwar.

Dan dalam skala makro pemerintah melalui kekuasaan harus membuat kebijakan-kebijakan yang mampu menghindarkan generasi bangsa dari hal-hal yang tidak baik, menyangkut akhlak serta moral terutama yang berhubungan dengan masalah pergaulan.

"Dan segala sesuatu yang akan mendorog mereka untuk melakukan praktek prilaku yang menyimpang," pungkas Anwar.

(hidayatullah.com/publikaNews.com)
Sabtu, April 18, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Lambang Komunis Dibiarkan, Kalimat Tauhid Ditindak

JAKARTA - Pemerintahan Indonesia saat ini dianggap berlebihan dalam menanggapi "kehadiran"Islamic State Iraq and Suriah (ISIS)di Tanah Air. Salah satu yang terlihat jelas berlebihannya menurut Kader Muhammadiyah Mustafa B Nahrawardaya yaitu di mana pada suatu waktu pemerintah melalui aparatnya mempersoalkan tulisan tauhid (lailahaillah) yang terdapat di baju seorang pemuda Islam, yang kemudian ditangkap. Sedangkan yang jelas-jelas menggunakan lambang ataupun atribut Partai Komunis Indonesia (PKI) seperti putri Indonesia, menurutnya justru dibiarkan dan tidak diamankan.

"Pemerintah Indonesia lebay. Yang memakai pakaian yang bertuliskan tauhid ditangkap. Tetapi putri Indonesia yang mengenakan pakaian yang berlambang PKI justru didiamkan," ucapnya di gedung PP Muhammadiyah.

Ia juga menyebut, apa yang dilakukan oleh pemerintah saat pada waktu itu, dan mungkin saat nanti (diduga dapat terulang) disebabkan karena info yang didapatkan seputar ISIS tidak utuh dan seimbang. Apalagi, ia menambahkan, info-info itu didapat dari media-media yang siapa saja mampu membuatnya, misalnyaYoutubeatau blog Sehingga yang terjadi adalah 'katanya dan katanya'.

"Info seputar ISIS itu tidak ada sumber langsungnya, misalnya dari al-Baghdadi sendiri. Maka dari itu, ISIS bisa saja dikatakan tidak asli karena kalian saja (baca: wartawan), contohnya belum pernah sama sekali bertemu atau wawancarai secara langsung," tambahnya pada saat menjadi pembicara dalam acara pengajian bulanan dengan tema 'Ideologi dan Gerakan ISIS: Bagaimana Menyikapinya?', Jum'at (10/04/2015).

Untuk itu ia menghimbau agar pemerintah menggunakan akal sehat jika ingin menganalisa ISIS. Jangan mudah mencurugiai dan mudah menangkap. Serta jangan biarkan masyarakat Indonesia dan Negara lain yang ingin bersilaturahmi antar sesama umat Islam justru menjadi terganggu.

"Suku Uighur, Cina ditangkap. Masyarakat Indonesia ingin ke Suriah, dicurigai dan ditangkap. Kita ini kan mayoritas (Islam), harusnya pemerintah mengerti. Jangan berpikir sesaat yang membuat silaturahmi umat antar Negara terganggu," pesannya.

Jika saja hal demikian terjadi, maka, ia mengingatkan jangan salahkan umat Islam dunia menunujukkan kemarahan akibat sering didiskriminasi. "Jangan salahkan nanti umat marah karena sering 'dipukul'," tutupnya.

(voa-islam.com/publikaNews.com)
Sabtu, April 18, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Wanita Kristen Berkerudung: Islam adalah Jalan Hidup yang Damai

Saat wanita Kristen berkerudung bicara tentang Islam: Islam adalah jalan hidup yang damai

Dengan kerudung yang menutupi kepalanya, seorang wanita Amerika mengungkapkan tentang apa yang dia pahami tentang Islam, sebagaimana dilansir oleh  onislam.net, Jum'at (17/4/2015).

Terlepas dari kenyataan bahwa ia masih sebagai penganut Kristen ketika merekam wawancara ini, dia, dengan senang hati telah mengenakan jilbab. Dan dia memeluk Islam beberapa bulan kemudian. Berikut ini adalah beberapa pengakuannya tentang Islam.

"Saya sudah tertarik dengan Islam di sebagian besar hidup saya, dan saya telah mempelajari tentang hal itu."
"Saya tahu dasar-dasar tentang agama itu selama bertahun-tahun. Kemudian ketika 9/11 terjadi saya mendapat banyak propaganda, dan setelah berbagai insiden itu saya mulai belajar tentang Islam, dan saya menemukan, meskipun fakta-fakta dasar yang telah saya pelajari sebelumnya adalah benar, ada banyak hal yang disalahartikan dan disalahfahami."

Hal lain yang saya temukan adalah persaudaraan yang indah dalam Islam, dan bagaimana kepeduli Ummat Islam terhadap satu sama lain. Saya merasakan sangat bahagia saat saya mulai mengunjungi masjid dan mengenal banyak saudara dan menghabiskan waktu bersama mereka.

Saya suka tentang Islam yang mengajarkan bagaimana bersikap baik satu sama lain, dan bagaimana memelihara satu sama lain. Dalam agama Kristen, Alkitab mengatakan, "Jadilah baik satu sama lain."

Islam mengajarkan hal itu kepada kita dengan jelas bagaimana bersikap baik satu sama lain, bagaimana bersikap sopan dan saling menjaga satu sama lain.

Islam adalah jalan hidup yang sangat damai, yang menginginkan agar orang hidup dengan baik dalam keluarga mereka sebagai suami dan istri, dan dalam masyarakat; dan saling menjaga dan memelihara satu sama lain.

Konsep lain yang begitu indah dalam Islam adalah konsepSyura(Musyawarah). Ketika ada masalah yang akan dibahas, pemimpin mendengarkan pendapat dari semua orang. Dan saya telah melihat hal ini dalam tindakan. Hal ini dipraktekkan dalam keluarga, dan dipraktekkan dalam pemerintahan. Mereka mendengarkan pendapat dari semua orang, bahkan dari anak bungsu sekalipun, dan semuanya dipertimbangkan, kemudian diambil keputusan berdasarkan apa yang terbaik.

Ketika keputusan dibuat, anggota keluarga atau masyarakat dianjurkan untuk mengikuti keputusan itu, apakah mereka setuju dengan keputusan itu atau tidak.

Islam juga memperlukan wanita dengan sangat baik. Saya meyakini bahwa perempuan sangat dihormati dalam Islam. Saya suka mengenakan kerudung saya, saya merasa istimewa, saya merasa terlindungi, saya merasa bahwa saya tidak harus memamerkan segala sesuatu untuk semua orang.

Dalam Islam, saya merasa saya diterima sebagai seorang wanita, dan dihormati sebagai seorang wanita. Saya merasa bahwa saya tidak harus berjuang untuk mencoba menjadi sama dan mencoba untuk menjadi seperti laki-laki, sebagaimana yang dialami dalam masyarakat Amerika kami.

(arrahmah.com/publikaNews.com)
Sabtu, April 18, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...