Berita Palestina

Pariwisata

QUOTE : Jadikanlah Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin

40 Orang Per Hari Bisa Mati Akibat Narkoba

Sekarang sehari 40-50 orang mati karena narkoba. "Maka kalau pengedar dibiarkan, ribuan orang akan mati karena dia (pengedar narkoba), Dengan dia dihukum mati, akan menyelamatkan nyawa calon korban." ujar Ketua Umum Dewan Da'wah Islam Indonesia (DDII) Syuhada Bahri seperti dilansirtabloid Media Umat Edisi 146: Hukuman Mati, Kenapa Tidak?Jum'at (6-19 Maret).


Makanya di tengah tekanan Australia yang menolak hukuman mati, dengan tegas Syuhada mendukung hukuman mati. "Saya sangat setuju kalau hukuman mati itu diberlakukan. Dan tetap dipertahankan untuk berlaku di Indonesia terutama untuk kejahatan kejahatan sosial, termasuk narkoba!" tegasnya.


Banyak negara yang memberlakukan hukuman mati. jelas itu untuk kepentingan dalam negerinya masing-masing, untuk menjaga kemaslahatan bangsanya, kemaslahatan negaranya.


"Kalau misalnya ada yang tidak setuju, kapal nelayan kita yang ditenggelamkan Australia kan sudah ribuan juga. Tapi karena kita menghargai itu hukum yang berlaku di negaranya kita maklumi saja.


Nah, semestinya Australia juga memahami hukum yang berlaku di Indonesia," pungkasnya. (Ly/mu)
Kamis, Maret 05, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Rawan Potensi Bencana, Jabar Akan Buat MoU Dengan Basarnas

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11336.jpg
BANDUNG - Dibalik keindahan dan keragaman hayati, Jawa Barat menyimpan potensi bencana yang Cukup Besar. Mulai dari banjir, tsunami, longsor bahkan puting beliung bisa melanda tanah Priangan ini. Karenanya Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan akan dibuat Mou bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) guna meningkatkan koordinasi dalam menangani potensi bencana tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Wagub, usai menerima Kepala Kantor SAR Bandung Anggit M. Satoto di Gedung Sate, Selasa (03/03).

“Kita membuat MoU dengan Basarnas Jawa Barat yang sekarang ini berkantor di Rancaekek, dimana ada dua pos lainnya yaitu di Cirebon dan Pangandaran. Akan dikembangkan nanti di Tasikmalaya  untuk meng-cover Garut  juga. Saya harapkan Basarnas Jawa Barat ini bisa bekerjasama dengan BPBD serta komunitas untuk pengurangan resiko bencana. Sehingga sekarang mereka sedang mengadakan pelatihan-pelatihan di beberapa daerah yang memiliki potensi bencana khususnya laut, Udara, Sungai,” papar Wagub.

Sinergitas dengan Basarnas menurut Wagub sangat penting, walau tugas utama Badan SAR bukan menangani  bencana. Tetapi untuk mencari dan mengevakuasi korban khususnya pada kecelakaan khususnya  transportasi udara atau air, tetapi dengan berbagai peralatannya yang canggih bisa sangat membantu ketika diperlukan dalam penanganan bencana alam.

Karenanya Wagub mengapreasiasi dengan adanya beberapa pos-pos Basarnas di Jawa Barat. Mengingat potensi bencana terdapat di hampir semua wilayah Jawa Barat. “Saya kira itu yang terpenting, yaitu sinergi dengan berbagai pihak, komunitas, serta badan-badan resmi dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Saya kira ini penting pos-posnya di Jawa Barat. Karena di Jawa Barat punya potensi bencana yang lebih besar. Longsor, puting  beliung, tsunami, banjir dan berbagai hal,” pungkas Wagub.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kantor SAR Bandung, Anggit M. Santoto untuk meningkatkan kooridinasi dan membuat payung hukum yang jelas dengan dinas-dinas di Jawa Barat. Maka Dalam persmian Kantor SAR pada tanggal 10 Maret 2015 mendatang akan dilakukan MoU antara Basarnas Pusat dan Jawa Barat.

“ Pada peresmian gedung  kantor Basarnas di Rancaekek 10 maret 2015. Akan ada MoU antara BAsarnas Pusat oleh Marsekal Madya TNI Bambang Sulistyo langsung dengan Gubernur Jabar. Itu menjadi payung besar kami agar kami bisa berkoordinasi dengan dinas-dinas yang lain di Provinsi Jawa Barat. Kemudian dalam waktu dekat kami akan melaksanakan pelatihan, pembinaan potensi yang digarisbawahi oleh beliau untuk kami dipersilakan terus bersinergi dengan komunitas, pecinta alam, TNi/Polri dan sebagainya di Wilayah Jawa barat agar penanganan kerawanan itu semakin maksimal,” pungkas  Anggit ketika ditemui usai pertemuan. (Ly/Jbr)
Rabu, Maret 04, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Karawang Gelar Islamic Children

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11340.jpg
KARAWANG - Sebanyak 13 ribu peserta anak murid TKA TKQ asal Kab Karawang yg berada di naungan Badko Karawang pada Selasa (3/3) lakukan studi tour ke Jungle Land Sentul City Bogor.

Study tour ke Bogor ini bertajuk Islamic Children Festival yang dibuka secara resmi oleh Plt Bupati dr.Cellica.

Plt Bupati Karawang ini berkata "saya mengapresiasi kepada Badko yang adakan festival ini. Ini adalah kegiatan rutin tahunan. Dalam kegiatan ini tidak melulu hanya main atu happy happy, tetapi ada lomba melatih jiwa seni dan kreatifitas anak anak.Ada lomba mengenai islami juga.

Cellica ucapkan terimakasih kepada para guru guru TKA TKQ yang tergabung dalam Badko ini yang telah mendidik anak anak selain menjadi pintar juga bisa jadi anak soleh/Solehah.

Dengan adanya festival ini diluar kelas saya yakini ini bisa menghilangkan kejenuhan anak anak didik karena tidak hanya studi di dalam kelas, maka pola seperti ini harus tetap di pertahankan, demikian Cellica. (Ly/Jbr)
Rabu, Maret 04, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Sebab Keruntuhan Khilafah dan Upaya Menegakkan Kembali Khilafah

keruntuhan khilafah 1924Oleh: Fathiy Syamsuddin Ramadhan An-Nawiy
Keruntuhan Khilafah Islamiyah pada tahun 1342 H (1924 M) tidak hanya menjadi musibah terbesar bagi umat Islam. peristiwa itu juga menyebabkan perubahan besar pada tata politik internasional.  Sejak saat itu, kaum Muslim praktis tidak lagi memiliki pengaruh pada relasi politik internasional.   Bahkan  pada level tertentu, umat Islam hanya menjadi obyek permainan dan persekongkolan busuk negara-negara imperialis Barat. Harta mereka dijarah. Kehormatan mereka dilecehkan. Darah mereka ditumpahkan oleh musuh-musuh Islam dan kaum Muslim tanpa ada perlawanan berarti. Islam pun tidak lagi bisa diterapkan secara utuh dalam ranah individu, masyarakat dan negara.  Jika pun ada penerapan Islam,  itu pun dibatasi dan atas ijin para penguasa sekular.

Mengapa Khilafah Islamiyah bisa diruntuhkan? Apa penyebabnya? Langkah-langkah apa pula yang harus dilakukan umat Islam untuk mengkonstruksi kembali Khilafah Islamiyah pada masa datang?

Sebab-sebab Keruntuhan Khilafah
Keruntuhan Khilafah Islamiyah disebabkan oleh dua faktor penting: (1) faktor internal; (2) faktor eksternal.
Faktor Internal.

1.   Kemunduran taraf berpikir umat Islam.
Pada dasarnya eksistensi sebuah negara dan peradaban ditentukan oleh sejauh mana penjagaan penguasa dan rakyatnya terhadap pemahaman, standarisasi dan sistem nilai yang mereka anut.  Daulah Islamiyah dan peradaban Islam tegak di atas mafahim (pemahaman), maqayis (tolok ukur) dan qana’at (tradisi) Islam.  Daulah Islamiyah tetap tegak dan berdiri kokoh manakala penguasa dan rakyatnya memiliki keterikatan dan kesadaran tinggi terhadap tiga hal tersebut.  Sebaliknya, ketika penguasa dan rakyat tidak lagi terikat dengan mafahim, maqayis dan qana’at Islam, maka Daulah Islamiyah telah kehilangan pilar penyangganya.  Keruntuhannya pun tinggal menunggu waktu.  Namun, ketika taraf berpikir umat Islam tinggi, dengan cepat mereka bisa pulih dari goncangan dan bencana.  Ketika Kekhilafahan Islam di Baghdad dihancurkan oleh bangsa Tartar, dengan cepat mereka berhasil mendirikan Khilafah di tempat lain, dan dengan cepat pula kekuatan bangsa Tartar bisa dihancurkan.  Bahkan ketinggian berpikir umat Islam saat itu mampu mengubah bangsa Tartar yang awalnya memusuhi Islam berbalik menjadi pemeluk dan pembela Islam yang gagah berani.  Sebaliknya, tatkala taraf berpikir umat Islam merosot, mereka hanya duduk tercenung saat Khilafah Islamiyah dihancurkan oleh musuh-musuh Islam. Padahal saat itu mereka tengah ditimpa musibah paling besar.  Mereka tidak bergerak, sebagaimana umat-umat terdahulu.

2.  Kemunculan organisasi dan gerakan yang merongrong Khilafah Islamiyah dari dalam. 
Gerakan-gerakan ini tidak saja menciptakan instabilitas dan perpecahan, tetapi juga menyebarkan pemikiran-pemikiran beracun di tengah-tengah kaum Muslim.   Di antara gerakan-gerakan yang tercatat dalam buku sejarah kelam umat Islam adalah gerakan Wahabi. Gerakan ini tidak saja menciptakan friksi dan perpecahan di tengah-tengah kaum Muslim, namun juga menumbuhsuburkan “fanatisme mazhab” dan bibit-bibit disintegrasi.   Gerakan ini menyerang mazhab-mazhab lain dan tidak segan-segan menggunakan kekuatan fisik.  Berkat dukungan Inggris, Dinasti Saud dan gerakan Wahabi berhasil memisahkan wilayah Hijaz dari Khilafah ‘Utsmaniyah serta mendirikan negara yang berasaskan mazhab tertentu.    Di kemudian hari, gerakan ini juga berhasil menyibukkan umat Islam dalam persoalan khilafiyah, dan memalingkan mereka dari perkara-perkara yang lebih penting.

3.  Kesadaran politik umat menurun dan mental para penguasa Islam rusak.
Menurunnya kesadaran politik  dan rusaknya mental para penguasa Islam menyebabkan mereka mudah diperalat dan diperdaya oleh musuh-musuh Islam dan kaum Muslim. Mereka tidak bisa membedakan mana musuh dan kawan. Mereka tidak bisa menakar sejauh mana bahaya yang ditimbulkan oleh sebuah tindakan. Mereka tidak bisa memahami hakikat yang ada di balik statemen dan langkah-langkah politik musuh-musuh Islam. Mereka pun tidak bisa merumuskan langkah yang tepat untuk menyelesaikan problem-problem politik di wilayah mereka.

Para penguasa Islam saat itu juga tak segan-segan bersekongkol dengan negara-negara kafir untuk menghancurkan eksistensi Khilafah Islamiyah.  Contoh paling baik untuk menggambarkan hal ini adalah Dinasti Saud yang rela menghambakan dirinya pada kepentingan kaum kafir.  Contoh lain adalah persekongkolan Wali Mesir Mohammad Ali dengan Prancis untuk memisahkan diri dari Khilafah Islamiyah pada tahun 1830-an.  Contoh lain adalah Kekhilafahan Utsmaniyah terakhir yang kebijakan-kebijakannya justru menjadi sebab keruntuhan Khilafah Islamiyah, mulai dari pengadopsian perundang-undangan Barat ke dalam perundangan-undangan Daulah Khilafah,  pembiaran terhadap gerakan Turki Muda yang dipelopori Mustafa Kemal serta kebijakan-kebijakan lain yang justru mempercepat keruntuhan Khilafah Islamiyah.

Faktor Eksternal.
Adapun terkait faktor eksternal, keruntuhan Khilafah Islamiyah disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:
1.   Adanya perang pemikiran dan peradaban (al-ghazw al-fikr wa al-ghazw ats-tsaqafi) yang digelar oleh orang-orang kafir. 

Barat menyadari sepenuhnya, bahwa umat Islam tidak bisa dikalahkan selama mereka masih berpegang teguh dengan Islam.   Barat juga memahami bahwa umat Islam di seluruh dunia memiliki ikatan persaudaran yang sangat kuat, yakni persaudaraan yang tegak di atas ‘aqidah islamiyyah, dan bersatu bersatu di bawah kepemimpinan seorang Khalifah.  Mereka juga menyadari bahwa Khilafah Islamiyah adalah “jantung dan perisai” umat Islam.  Kaum Muslim hanya bisa dinamis, bergerak dan hidup ketika berada di dalam sistem Islam. Islam pun hanya bisa diterapkan secara sempurna dalam kehidupan individu, masyarakat dan negara di bawah naungan Khilafah Islamiyah.

Langkah pertama yang dilakukan oleh orang-orang kafir untuk menghancurkan Khilafah Islamiyah adalah memisahkan kaum Muslim dari Islam dan menanamkan ikatan baru di tengah-tengah mereka, yakni ikatan-ikatan ‘ashabiyyah semacam nasionalisme, mazhabisme sempit, sukuisme, patriotisme, dan lain sebagainya. Untuk itu, mereka menyebarkan paham sekularisme dan kebebasan untuk menghancurkan keterikatan kaum Muslim dengan Islam; juga paham nasionalisme untuk memecah-belah persatuan umat Islam serta untuk menumbuhkan benih-benih disintengrasi dalam Daulah Khilafah Islamiyah.

Agar rencana ini berjalan mulus, mereka mendirikan pusat-pusat kajian yang secara massif menyebarkan pemikiran-pemikiran yang ditujukan untuk mewujudkan dua hal di tersebut.  Mereka juga merekrut pemuda-pemuda Islam untuk dididik dengan pemikiran dan tsaqafah Barat.   Pemuda-pemuda inilah yang menyebarkan pemikiran dan tsaqafah Barat yang di kemudian hari menjadi sebab kehancuran Khilafah Islamiyah.

2.  Adanya upaya-upaya sistematis dari negara imperialis, khususnya Inggris, untuk melenyapkan Khilafah Islamiyah.
Inggris, dengan memanfaatkan sekutu-sekutu dan antek-anteknya, terus berusaha merongrong Khilafah Islamiyah.   Inggris, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, menjadi dalang pemberontakan melawan Khilafah Islamiyah. Begitu pula Prancis dan negara-negara imperialis Barat lainnya. Mereka terus mencaplok wilayah-wilayah Khilafah Islamiyah serta mengobarkan peperangan dan pemberontakan melawan Khilafah Islamiyah.  Lambat laun, Khilafah Islamiyah mulai melemah dan tidak mampu menjaga wilayah kekuasaannya yang amat luas.  Akibatnya, satu demi satu wilayah kekuasaan Khilafah Islamiyah jatuh ke tangan penjajah, mulai dari Asia, Afrika, Kaukasus, dan lain sebagainya.  Di pusat kekuasaan Khilafah Islamiyah, Inggris menyokong sepenuhnya gerakan Turki Muda yang dipimpin oleh Mustafa Kemal.  Melalui persekongkolan, intrik, pengkhianatan dan tipudaya licik, akhirnya Inggris berhasil melenyapkan sistem Khilafah yang agung dan mengganti Khilafah dengan sistem kenegaraan sampah, yakni demokrasi-sekular.

Inilah faktor-faktor penting yang menyebabkan keruntuhan Khilafah Islamiyah.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa Khilafah Islamiyah hanya bisa diruntuhkan melalui aktivitas pemikiran dan politik.   Barat tidak akan pernah sanggup meruntuhkan Khilafah dengan hanya bertumpu pada aktivitas militer.  Keberhasilan Barat meruntuhkan Khilafah Islamiyah sesungguhnya disebabkan karena mereka berhasil mengalahkan kaum Muslim pada perang pemikiran dan peradaban.

Cara Mengembalikan Khilafah Islamiyah
Bercermin pada sebab-sebab keruntuhan Khilafah Islamiyah, dapat dirumuskan langkah-langkah untuk mengkonstruksi kembali Khilafah Islamiyah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1.   Meninggikan taraf berpikir umat. 
Taraf berpikir umat hanya bisa ditinggikan ketika umat Islam telah menjadikan Islam (akidah dan syariah) sebagai sudut pandang berpikir dan standar perbuatan mereka.   Umat harus dipahamkan bahwa realitas bukanlah dalil untuk menetapkan baik-buruk, terpuji-tercela serta halal-haram.  Realitas adalah obyek berpikir yang harus diubah dengan Islam.  Realitas harus disesuaikan dengan Islam, bukan Islam yang harus disesuaikan dengan realitas. Jika umat telah menyadari hal ini, terwujudlah irtifa’ al-fikr  (ketinggian berpikir) pada diri mereka.

2.    Membangun kesadaran politik (wa’yu as-siyasi).
Yang dimaksud dengan kesadaran politik bukanlah memahami kejadian maupun peristiwa politik, konstelasi politik internasional, maupun analisis-analisis politik. Kesadaran politik adalah memandang dunia dari sudut pandang Islam.  Kesadaran politik hanya bisa terwujud jika umat telah menjadikan Islam sebagai satu-satunya sudut pandang untuk melihat semua peristiwa dan kejadian yang terjadi di dunia.

3.  Mendirikan gerakan politik yang berasaskan Islam dan bertujuan untuk melangsungkan kembali kehidupan islami melalui penegakkan kembali Khilafah Islamiyah.
Mendirikan Daulah Khilafah Islamiyah adalah aktivitas politik, bukan aktivitas sosial, ritual keagamaan yang sempit, maupun aktivitas yang sifatnya akademik belaka.  Oleh karena itu, mendirikan Khilafah Islamiyah harus dimulai dengan mendirikan gerakan politik (partai politik) yang benar-benar memiliki kemampuan untuk mendirikan Khilafah Islamiyah.  Gerakan ini harus fokus pada perjuangan politik, tidak boleh berpaling pada aktivitas-aktivitas lain yang justru menyimpangkan dirinya dari tujuan dan garis perjuangan yang lurus.  Selain itu, ia harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik  persiapan yang menyangkut pemikiran, administrasi, kaderisasi serta persiapan-persiapan penting lainnya.  Ia juga harus menempuh manhaj dakwah Rasulullah saw. tanpa pernah bergeser seujung rambut pun.  

Gerakan ini juga harus memampukan dirinya untuk memimpin umat, membimbing dan memandu mereka pada tujuan yang sama, yakni melangsungkan kembali kehidupan islami. Ia juga harus memaksimalkan dukungan dari simpul-simpul umat dan ahlul-quwwah, agar suasana perubahan semakin matang.  Di atas semua itu, gerakan ini juga harus menjaga keikhlasannya untuk hanya berjuang karena Allah SWT, bukan karena tendensi-tendensi lain.

Inilah langkah-langkah penting yang harus dilakukan oleh umat Islam untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah.  Semoga Khilafah Islamiyah segera berdiri atas ijin dan ma’unah dari AllahSWT. WalLahu a’lam bi ash-shawab. []
Selasa, Maret 03, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Noffan Widyayoko : “Samsat Outlet Hadir Untuk Permudah Masyarakat”


TASIKMALAYA - Adanya kantor samsat ini akan mempermudah masyarakat. Saya apresiasi kapolres dan seluruh pihak yang terkait dalam hal ini. Hal ini dikatakan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M. Iriawan saat meresmikan kantor Samsat Outlet Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 26 Februari 2015 lalu.

Tempatnya tepat  di bekas kantor kecamatan. Kini, warga Ciawi dan sekitarnya tidak harus lagi ke Sukaraja untuk mengurus administrasi kendaraan bermotor. "Ini sesuai dengan arahan presiden bahwa negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Adanya kantor samsat ini akan mempermudah masyarakat," ungkap kapolda.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Noffan Widyayoko,  yang turut hadir di acara ini mengatakan, kendati secara administasi kepemerintahan Ciawi masuk ke Kabupaten Tasikmalaya, namun wilayah hukumnya bagian dari Polres Kota. "Pembuatan outlet di Ciawi untuk memudahkan masyarakat dalam memperpanjang masa berlaku STNK atau administasi lainnya. Selama ini masyarakat harus ke Sukaraja yang jaraknya sekitar 90 kilometer," sebutnya.

"Jarak yang jauh seperti itu mengandung banyak risiko, lanjut Noffan, seperti kecelakaan lalu lintas. Biaya dan waktu pun tersita. Jarak tempuhnya bisa sampai 1,5 jam dari Ciawi. Untuk itu kami mencoba mengakomodir apa-apa yang menjadi harapan masyarakat Tasik bagian utara. Selain jarak tempuh yang jauh, jumlah kendaraan pun semakin bertambah.

Khusus di Tasikmalaya utara ada 45.648 motor, dan 4.059 mobil. "Samsat Outlet Ciawi inipun bisa melayani wajib pajak di luar Tasikmalaya, seperti Malangbong, Wado, Panumbangan, dan sebagian daerah Majalengka," jelas kapolres. (Yusman)
Selasa, Maret 03, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Warga New York Tolak Netanyahu

SEKELOMPOK demonstran dilaporkan telah berkumpul di luar markasFOX Newsdi New York pada Ahad kemarin (1/3/2015) mengecam kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kongres parlemen AS Selasa (3/3/2015).

Meskipun angin kencang dan hujan salju melanda, para demonstran mengatakan bahwa protes tersebut adalah bentuk dukungan terhadap warga Palestina.


Sambil membawa bendera Palestina, diantara para pengunjuk rasa hadir aktivis hak-hak sipil, Larry Holmes yang mengatakan bahwa Netanyahu adalah rasis.

"Ini merupakan penghinaan terhadap setiap orang di planet ini yang mencintai kebebasan," kata Holmes.

Netanyahu akan menyampaikan pidatonya di Kongres parlemen AS pada Selasa atas undangan Ketua DPR AS, John Boehner.

Ia diperkirakan akan menyampaikan pidato terhadap kesepakatan nuklir antara Iran dan P5 + 1 negara (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Cina, dan Rusia ditambah Jerman).

"Netanyahu merupakan sayap kanan ekstrim dari gerakan Zionis dan kami hanya ingin menyampaikan pesan kepadanya bahwa ia tidak diterima di sini," kata aktivis John Fletcher kepadaPress TVhari ini (2/3/2015).

Perdana menteri Israel pada hari Minggu tiba di Washington DC, di mana ia dijadwalkan untuk berbicara diAmerican Israel Public Affairs Committee (AIPAC)kelompok lobi pada hari ini. [ra/islampos]
Senin, Maret 02, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Islam Dilecehkan di Negeri Mayoritas Muslim

Bagaimana mungkin Islam dilecehkan di negeri  mayoritas Muslim? Tapi itulah yang terjadi.

Ya, di negeri ini Alquran dan buku-buku Islam dijadikan barang bukti dalam tindakan terorisme.

Padahal Alquran merupakan kitab suci kita umat Islam, yang menjadi pedoman hidup umat manusia. Kitab yang menunjuki kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan terang benderang. Bahkan membacanya saja kita wajib dalam keadaan bersuci!

Bukankah Allah SWT dan Rasul kita sendiri telah menjelaskan begitu banyak keutamaan dari Alquran bagi yang membaca dan mengajarkannya? Rasulullah SAW menegaskan: "Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya." (HR Bukhari).

Tidak hanya itu Alquran juga akan menjadi syafaat (penolong) bagi umat Islam di hari akhir.

Kita yakin polisi kita juga pernah diajarkan, paling tidak ketika kecil, tentang kemuliaan Alquran. Tapi kok tega, tanpa empati, menjadikan Alquran sebagai barang bukti. Kecuali memang otak di balik semua ini adalah orang-orang kafir yang membenci Islam dan ingin merendahkan dan melecehkan Alquran!

Kita juga tidak habis pikir, bagaimana di negeri Islam ini masih ada larangan bagi Muslimah untuk menjalankan kewajiban Islam menutup aurat mereka. Di Bali, kepala sekolah memerintahkan siswinya yang berkerudung agar pindah sekolah.

Hal yang sama terjadi pada Muslimah yang menjadi polisi wanita. Betapa bahagianya, mereka ketika pemimpin polri mengizinkan untuk menutup aurat.

Sayang kebahagiaan itu tidak lama, setelah turun telegram rahasia yang membatalkan kebijakan ini. Bukankah  pemimpin polri banyak yang Muslim? Kenapa menghalangi anggotanya yang hendak taat kepada Allah SWT  yang pasti akan membuat mereka lebih baik dan mulia?

Di sisi lain, para pemimpin negeri ini membiarkan banyak pelajar yang mengumbar aurat mereka. Tidak ada larangan bagi artis-artis seronok yang mempertontonkan auratnya. Mereka tak peduli dengan maraknya pelacuran di kalangan pelajar, video mesum. Atau artis yang melakukan seks bebas tanpa ikatan pernikahan, hamil di luar nikah.

Lepas dari kasus-kasus itu semua, bentuk nyata pelecehan Islam termasuk pelecehan Alquran adalah ketika hukum-hukum Islam yang bersumber  dari Alquran dan as Sunnah tidak diterapkan di negeri ini secara totalitas.

Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita untuk menerapkan Islam secara menyeluruh. Bukan hanya ketika kita shalat atau shaum, juga dalam berekonomi, berpolitik, dalam hubungan sosial, bahkan dalam bernegara.

Penting kita memperhatikan bagaimana penjelasan Imam Al-Hafizh Abu Ja'far Ath-Thabari berkaitan dengan tafsir dari firman Allah SWT al-Baqarah: 208 tentang perintah masuklah ke dalam Islam secara kaffah. Beliau menegaskan: "Laksanakanlah aturan-aturan syariah Islam seluruhnya, dan masuklah ke dalam pembenaran atasnya baik perkataan maupun perbuatan dan tinggalkanlah jalan-jalan setan dan pengaruhnya untuk mengikuti jalan-jalannya karena sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian dengan permusuhannya. Dan jalan setan yang dilarang Allah untuk mereka ikuti adalah yang menyelisihi hukum Islam dan aturan-aturannya, di antaranya mengagungkan hari Sabtu dan seluruh ajaran-ajaran pengikut agama lain yang bertentangan dengan ajaran Islam."

Pelecehan terhadap Islam pun semakin tampak ketika umat Islam yang ingin menerapkan syariah Islam secara totalitas dan menyeluruh dalam negara dituduh secara keji sebagai teroris, ekstrimis , dan julukan-julukan buruk lainnya. Patut kita pertanyakan bagaimana mungkin umat Islam yang ingin taat kepada Allah dituduh teroris.

Padahal kalau seluruh syariah Islam dijalankan akan memberikan kebaikan pada seluruh umat manusia?

Pelecehan pun terjadi ketika perintah Allah SWT dikriminalisasi. Umat Islam yang berpegang teguh pada akidah Islam dituduh tidak toleran dan mengancam negara. Umat Islam yang melakuanamar ma'ruf nahi munkardituding melanggar hukum, sebaliknya yang bermaksiat justru dilindungi hukum!

Umat Islam yang hendak melaksankan jihad fi sabilillah ke Suriah membela saudara Muslimnya yang ditindas dituduh teroris. Sementara negara yang memiliki tentara dan polisi yang terlatih hanya diam, tidak melakukan pembelaan. Bukankah semua ini merupakan bentuk pelecehan?

Kita tanyakan secara jujur, siapa yang sesungguhnya mengancam negara. Sistem kapitalis yang sekarang ini diterapkan dan telah banyak menimbulkan masalah atau sistem Islam?

Mana yang berbahaya, para penguasa boneka yang membiarkan negara-negara Barat dengan perusahaan kapitalisnya merampok kekayaan alam negeri ini ataukah para pejuang Islam yang menegaskan kekayaan alam yang merupakan milik rakyat/umum tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing?

Siapa yang sesungguhnya menghancurkan negara ini? Pendukung demokrasi liberal yang menyebabkan Timor Timur lepas atas nama kebebasan berkehendak dan menentukan nasib sendiri, ataukah para pejuang syariah Islam yang  dengan tegas menyatakan Timor Timur , Aceh, Maluku, Kalimantan adalah bagian negeri Islam yang tidak boleh dipecah belah?

Walhasil, sekali lagi kita ingatkan kita ini adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah SWT. Bumi ini adalah milik Allah, negeri Indonesia ini adalah milik Allah. Karena itu hanya hukum Allah SWT-lah yang berhak mengatur kita, bumi ini, dan Indonesia. Hanya dengan cara itulah kita, bumi ini, dan Indonesia akan selamat! Dengan menegakkan khilafah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah, syariah yang memberikan keselamatan di dunia dan akhirat. (Ly/mu)
Senin, Maret 02, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...

Din Syamsuddin : Demokrasi Liberal Ancam Politik Umat

YOGYAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr KH Din Syamsuddin menyatakan dampak dari demokrasi liberal.

"Kehidupan politik yang menerapkan demokrasi liberal pada ajaran ajarannya yang paling liberal menciptakan sistem politik, sistem ketatanegaraan, sistem pemilu, dan budaya politik pragmatis telah membawa peluang, tantangan, dan ancaman terhadap efektivitas peran politik umat Islam," ungkapnya saat memberikan sambutan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII), Senin (9/2) di Yogyakarta .

Penerapan demokrasi liberal di bidang energi dan sumber daya alam telah membawa bangsa dan negara dikuasai atau dijajah kembali oleh pihak luar.

"Dampaknya, umat menjadi lemah dalam penguasaan sumber daya politik, hilangnya kuasai materi dan memudarnya watak positif progresif," pungkas Din.

Di tempat yang sama, kepada Media Umat, delegasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang hadir pada KUII ini, menyetujui apa yang disampaikan ketua MUI Pusat tersebut. Menurut Dr Rahmat Kurnia, demokrasi liberal memang menjadi pintu imperialisme di dunia Islam termasuk Indonesia.

" Melalui sistem demokrasi Barat memperkuat penguasa-penguasa boneka di negeri Islam yang pro Barat dan melegitimasi penjajahan Barat melalui UU yang merupakan produk demokrasi," tegasnya.

Sebagai solusi melawan imperialisme Barat ini, menurut Ketua DPP HTI ini tidak ada jalan lain kecuali umat Islam kembali ke syariah Islam yang totalitas di bawah naungan Khilafah Islamiyah ala minhajin nubuwah.

" Umat Islam tidak ada pilihan lain , kecuali berjuang bersama menegakkan Khilafah Islam yang akan menerapkan syariah Islam secara totalitas," ujarnya. (Ly/mediaumat.com)
Senin, Maret 02, 2015 | 0 komentar | Selengkapnya...