Pariwisata

Berita Palestina

QUOTE : Jadikanlah Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin


Penyerahan Raport Disambut Banjir

BANDUNG - Hujan yang sempat mengguyur semua wilayah di Kabupaten Bandung, (19/12), mengakibatkan banjir hampir disemua titik rawan banjir.

Bahkan wilayah yang jarang sekali terkena genangan banjir pun untuk saat ini harus 'merasakan' dinginnya air luapan, seperti yang terjadi di SDN Sayuran I Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, (20/12).

Seperti dalam foto, SDN Sayuran 1 Dan 2 terendam banjir hampir 40 cm. (*)
Sabtu, Desember 20, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Wakil Bupati Cianjur “Kesehatan Modal Utama Dalam Pembangunan”

CIANJUR - “Saya doakan semoga para calon pasien yang hari ini akan menjalani skrining kesehatan akan mendapatkan hasil sesuai harapan sehingga layak dan memenuhi syarat kesehatan untuk menjalani operasi hernia dan bibir sumbing”, demikian dikatakan wakil bupati Cianjur dr. H. Suranto, MM., saat menghadiri kegiatan skrining kesehatan untuk para calon pasien yang akan mengikuti operasi bibir sumbing dan penyakit hernia di kantor LKNU (Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama) Kabupaten Cianjur. Kamis, 11/12/14.

Puluhan calon pasien operasi bibir sumbing dan operasi penyakit hernia memenuhi gedung LKNU Kabupaten Cianjur untuk mengikuti skrining kesehatan. Para calon pasien datang dari berbagai kecamatan yang ada di kabupaten Cianjur setelah sebelumnya mendaftarkan diri untuk mengikuti pelayanan kesehatan yang di selenggarakan oleh LKNU kabupaten Cianjur yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan. Pelayanan kesehatan ini diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan secara geratis melalui Program kesehatan LKNU Kabupaten Cianjur dengan mengajukan pesyaratan meliputi poto kopi KTP, KK, dan surat SKTM.

KH. Khairul Anam selaku Ketua PCNU Kabupaten Cianjur mengatakan, “LKNU Cianjur sebagai Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur menyelenggarakan pelayanan kesehatan geratis untuk masyarakat Kabupaten Cianjur. Program kesehatan ini meliputi pelayanan kesehatan untuk operasi Bibir sumbing dan operasi hernia, yang mana pada hari ini akan dilakukan skrining untuk para calon pasien bibir sumbing dan hernia, untuk kelancaran program kerja dan kegiatan terkait bidang kesehatan, LKNU yang merupakan Lembaga Kesehatan NU bekerja sama dengan beberapa donatur, Yayasan, masyarakat, perusahaan swasta dan juga dengan pemkab Cianjur untuk bersama-sama membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan”.

“Program pelayanan kesehatan yang kami lakukan sepenuhnya untuk membantu masyarakat kabupaten Cianjur yang kurang mampu, dua tahun terakhir, Lembaga Kesehatan NU sudah melakukan program pelayanan kesehatan meliputi operasi katarak, khitanan masal, pembagian kaki palsu dan kursi roda, pembagian kacamata geratis, dan untuk kegiatan kali ini LKNU akan meyelenggarakan kegiatan skrining untuk para calon pasien bibir sumbing dan hernia” dikatakan ketua LKNU Kabupaten Cianjur, dra. Hj. Mien Suranto.

Sementara itu wakil bupati Cianjur mengatakan, “semoga dengan mengikuti skrining kesehatan ini para calon pasien bisa lulus dan memenuhi syarat untuk mengikuti operasi bibir sumbing dan hernia, perlu diperhatikan oleh semua calon pasien maupun keluarga yang mengantar pasien, mohon untuk mengikuti setiap anjuran dari dokter, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, perbanyaklah berdoa semoga Allah SWT memberikan kesembuhan” . (*)
Kamis, Desember 11, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Dipemakaman Umum Akan Dipasang Kompas Arah Kiblat

BANDUNG - Tahun depan, mesjid-mesjid di Kota Bandung yang arah kiblatnya tidak sesuai atau melenceng, akan mengarah tepat ke arah kiblat. Hal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil usai acara sosialisasi pengukuran arah kiblat dan sosialisasi rukyatul hilal, di Mesjid Al Ukhuwah, Senin (8/12). Hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

Salah satu usaha agar arah kiblat itu sesuai maka, menurut Wali Kota Bandung hari itu di adakan sosialisasinya dan dibagi kompas yang dapat menunjukkan arah kiblat kepada Dewan Keluarga Mesjid (DKM) yang ada di Kota Bandung.

Diakui wali kota bahwa jumlah mesjid di Kota Bandung termasuk yang terbanyak di Indonesia sekitar 4.000 an lebih. Tetapi masih ada mesjid-mesjid yang arah kiblatnya tidak sesuai.

"Kita masih sering menemukan mesjid yang arah kiblatnya tidak sesuai, mungkin akibat pergeseran-pergeseran," ujarnya.

Wali Kota juga berharap dengan adanya sosialisasi dan pembagian kompas, maka mesjid-mesjid yang ada di Kota Bandung arah kiblatnya dapat sesuai. "Setelah sosialisasi ini saya harap jangan ada yang melenceng lagi arah kiblatnya," ujarnya.

Setelah nanti dikalibrasi lagi arah kiblatnya, maka mesjid tersebut arah kiblatnya saja yang dirubah, karena kalau merubah bangunannya kemungkinan susah dilakukan.

Selain arah kiblat mesjid, menurut wali kota yang perlu diperhatikan adalah kuburan-kuburan yang ada di Kota Bandung, agar jenasah yang dimakamkan arah jenasahnya ke arah kiblat juga.

"Nanti di makam-makam juga kita akan pasang, petunjuk arah kiblat, agar jenasah yang dimakamkan tidak salah menghadapnya," pungkasnya

Dalam kesempatan itu juga secara simbolis diserahkan kompas penunjuk arah ke kiblat yang dapat di gunakan oleh mesjid-mesjid yang ada di Kota Bandung. (*)
Kamis, Desember 11, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Kota Bandung, Kota Penggerak Koperasi

Penghargaan Kota Penggerak Koperasi tahun 2014 

BANDUNG - Kota Bandung didaulat menjadi salah satu Kota Penggerak Koperasi Tahun 2014 dengan peringkat Paramadhana Madya Nugraha Koperasi berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor : 34/Kep.M.KUKM/XI/2014 Tentang Provinsi/Kabupaten/Kota Penggerak Koperasi Tahun 2014 tanggal 26 November 2014.

Penetapan tersebut ditandai dengan diserahkannya penghargaan dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang diterima oleh Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat Rakornas pemberdayaan UMKM tahun 2014, di Gedung SMESCO Tower, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta-Selatan, selasa (09/12/2014).

Dikatakan Oded dirinya merasa bersyukur Kota Bandung menerima penghargaan tersebut, "Alhamdulillah Kota Bandung mendapat penghargaan penggerak koperasi se-Indonesia, ini artinya hasil kolaborasi dan seluruh unsur perkoperasian di Kota Bandung,".

Lebih lanjut dikatakannya, "Mudah-mudahan kedepan seluruh perkoperasian di Kota Bandung jadi lebih berkembang lagi, mandiri dan akhirnya menjadi kota koperasi juara," Bersama 24 kota kabupaten lainnya diseluruh Indonesia, Kota Bandung ditetapkan sebagai Kota Penggerak Koperasi Tahun 2014 dengan peringkat Paramadhana Madya Nugraha Koperasi dengan nilai 82,10 (delapan puluh dua koma sepuluh).

Nilai tersebut hasil dari verifikasi lapangan, Kota Bandung dinilai mempunyai komitmen tinggi terhadap keberlangsungan dan pemberdayaan koperasi UMKM yang tercermin dari alokasi anggaran yang keluarkan Pemerintah Kota Bandung, pembinaan koperasi-koperasi, seringnya bimbingan teknik untuk meningkatkan SDM koperasi, juga adanya fasilitas gedung showroom dan diklat UPT sentra industri dan perdagangan sebagai balai latihan koperasi di Cigondewah

Dari Iklim kondusif dukungan kebijakan dan implementasi Pemkot Bandung terhadap koperasi UMKM tersebut, hingga saat ini dari sekitar 2540 koperasi yang ada di Kota Bandung lebih dari 80 persennya Bandung mempunyai koperasi yang sehat aktif beroperasi.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung, Eric M. Atthauriq mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari kementerian Koperasi UKM, "Apresiasi ini atas berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Kota Bandung dan juga masyarakat komunitas koperasi yang berperan aktif untuk meningkatkan daya dan peran koperasi,"

Ia berharap lebih banyak lagi koperasi-koperasi yang aktif, "tidak kalah pentingnya suport dan bimbingan dari walikota Bandung terhadap koperasi sehingga mendapatkan apresiasi ini, kedepan koperasi-koperasi yang aktif ini lebih meningkat lagi," pungkas Eric. (LY)
Kamis, Desember 11, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Hari Moekti: Tak Cukup Hanya Tobat, Tapi Juga Harus Jadi Pengemban Dakwah

Hari MoektiBEKASI - Tak cukup hanya bertobat dari maksiat, tapi menjadi pengemban dakwah itulah yang bisa menjadikan seorang muslim mulia dan bahagia. Demikian ujar da’i mantan artis Ustadz Khoir Hari Moekti dalam Tabligh Akbar yang digelar HTI Bekasi Raya, Ahad (7/12).

Acara yang bertempat di Mesjid Rahmansyah Kalimalang ini, dimulai pukul 9.00 dan dihadiri ratusan jamaah baik dari massa HTI maupun masyarakat sekitar.

Tabligh Akbar menghadirkan dua tokoh pembicara yaitu Ustadz Khoir Hari Moekti (mantan artis) dan Ustadz Abu Zafiroh (pengasuh ponpes Mus’ab bin Umair, karawang).

Ustadz Abu Zafiroh banyak bercerita tentang kebobrokan demokrasi dan sistem yang ada saat ini. Selama penyampaian juga beliau banyak menceritakan tantangan dakwah saat ini. Sudah saatnya sekarang sistem ini dirubah, bukan lagi kepada sistem yang lain melainkan dengan syariah dan khilafah, bahkan Indonesia pun memiliki potensi besar untuk jadi Khilafah, ‘tutur Ustadz yang juga syabab HTI ini’.

Kemudian acara tabligh akbar berlanjut kepada kisah inspiratif dari seorang mantan artis (Ustadz Khoir Hari Moekti), darinya banyak pengalaman yang diceritakan sejak dirinya masih dalam kehidupan yang bergelimang dengan kondisi jahiliyah, hingga beliau mengenal lebih dekat Islam.

Beliau juga memberikan motivasi kepada jamaah yang hadir, bahwa dakwah itu butuh pengorbanan dan keikhlasan. Bahkan harus meninggalkan keadaan yang bisa menjauhkan dari Islam, sebagaimana yang beliau pernah alami.

Ustadz yang giat memperjuangkan Syariah dan Khilafah bersama HTI ini mengatakan, tak cukup hanya bertobat dari maksiat, tapi menjadi pengemban dakwah itulah yang bisa menjadikan seorang muslim mulia dan bahagia. Terakhir beliau juga mengajak jamaah untuk tetap bersama-sama memperjuangkan syariah dan khilafah. Acara tabligh akbar ditutup dengan doa dan berkhir tepat pukul 11.30.[]MI HTI Bekasi
Kamis, Desember 11, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Kota Bandung Raih 2 Penghargaan dari KPK

BANDUNG - Kota Bandung meraih dua penghargaan sekaligus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertama sebagai Pemerintah Daerah dgn jumlah laporan gratifikasi terbanyak (pemberi sesuatu ke aparat Pemkot dilaporkan ke KPK) dan 100 persen tepat waktu 2014 sedangkan yang kedua adalah Pemerintah Daerah dengan unit pengendalian gratifikasi (UPG) terbaik 2014.

Penghargaan diterima Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil, yang diserahkan oleh pimpinan KPK Adnan Pandu, pada acara forum komunikasi unit pengendalian gratifikasi, yang merupakan rangkaian hari anti korupsi sedunia 2014 di kampus UGM Yogyakarta.

Dalam testimoninya setelah menerima penghargaan Ridwan Kamil, mengatakan bahwa dirinya mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. Dirinya tidak menyangka akan menerima dua penghargaan sekaligus.
“Saya tidak menyangka dapat dua penghargaan ini, karena awalnya hanya diberitahu menerima satu penghargaan saja,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya dalam pengendalian gratifikasi dirinya memberikan contoh dengan menempelkan kertas menolak gratifikasi di rumahnya.

“Dulu kami terpuruk, tapi tingkat kepercayaan pada pemkot diatas 90 persen karena open goverment dan anti korupsi dan diharapkan ini jadi budaya baru,” ujar walikota.

Setelah pemberian pengahrgaan Wali Kota juga menjelaskan setelah satu tahun melakukan komitmen dengan KPK untuk sistem anti gratifikasi, banyak progres. “Setelah satu tahun komitmen alhamdulillah progresnya luar biasa,” ujarnya.

Pemkot Bandung juga menurut walikota mempunyai perwal 15/2015 tentang konsep gratifikasi. “Dengan perwal ini seluruh pns berbuah kepatuhan yang tinggi,” jelasnya.

Dengan apa yang telah kita lakukan itu, menurut wali kota mendapat apresiasi. “Apa yg kita lakukan dapat apresiasi dari kpk, yang berbuah penghargaan tersebut,” ujarnya.

Untuk Unit Pengaduan Gratifikasi (UPG) menurut wali kota, ketuanya adalah inspektorat. Jadi apabila ada yang melaporkan masalah gratifikasi maka laporkan ke inspektorat nanti dilaporkan ke KPK, apakah termasuk gratifikasi atau tidak,” jelasnya.

Jumlah laporan yang masuk ke inspektorat mengenai laporan gratifikasi, menurut walikota jumlahnya puluhan dan terkait masalah pelelangan dan perijinan. “Jumlahnya puluhan dan terkait masalah pelelangan dan perijinan,” pungkasnya.(*)
Rabu, Desember 10, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...

Amir Qatar: Diamkan Pelanggaran Zionis di al Quds, Dunia Lakukan Kejahatan Besar

DOHA – Amir Qatar Syaikh Tamin Bin Hamad bin Khalifa Ali Tsani pada Selasa (9/12) malam mengatakan bahwa serangan “Israel” ke masjid al Aqsha dan langkah-langkah yang dilakukan dengan merubah identitas al Quds serta penodaan tempat-tempat suci menjadi tanggung jawab besar masyarakat internasional dan Arab. Terutama di tengah-tengah pelanggaran HAM, penindasan terhadap penduduk asli Palestina dan praktek-praktek kebijakan apartheid yang terus dilakukan terhadap mereka.

Hal tersebut disampaikan Amir Qatar dalam KTT Teluk ke-35 yang diadakan di ibukota Qatar, Doha. Pertemuan ini membahas sejumlah isu, terutama integrasi militer dan keamanan antar negara-negara Teluk dan dampak menurunnya harga minyak.

Dia menegaskan bahwa terorisme “Israel” mengancam kekecewaan kawasan dan menghancurkan kesempatan proses perundingan, serta menghalangi solusi dua Negara menjadi slogan tanpa subtansi yang tidak bisa dilaksanakan.

Dia menegaskan bahwa dunia Arab dan Islam harus mengambil sikap tegas dan kuat untuk membela tempat-tempat suci umat, terutama di kota al Quds, melindunginya dan memberikan bantuan yang semestinya untuk mendukung upaya rakyat Palestina dalam menghadapi serangan permusuhan “Israel”.

Dia mengingatkan bahwa sikap diam masyarakat internasional terhadap praktek-praktek “Israel” yang illegal ini merupakan kejahatan maha besar terhadap kemanusiaan. (asw/infopalestina.com)
Rabu, Desember 10, 2014 | 0 komentar | Selengkapnya...